Awas, Rilis Data Tak Lengkap Bisa Rusak Kepercayaan pada Vaksin Sinovac

Senin, 28 Desember 2020 - 18:07 WIB
Dengan data kemanjuran di Turki berdasarkan hanya 1.322 subjek dan kasus infeksi kecil, para ahli mengatakan lebih banyak data dari sejumlah besar peserta akan diperlukan untuk mendapatkan persetujuan peraturan.

“Sulit untuk menentukan seberapa baik vaksin Sinovac bekerja hanya berdasarkan 29 kasus virus corona,” papar Kim.

“Akan lebih baik jika memiliki lebih banyak sukarelawan dan lebih banyak infeksi, yang akan meningkatkan kekuatan data kemanjuran,” ungkap dia.

Itu akan membuat data dari Brasil menjadi penting setelah menyelesaikan uji coba dengan 13.000 sukarelawan. Adapun uji coba di Turki dan Indonesia masing-masing melibatkan lebih dari 7.000 dan 1.600 relawan.

Beberapa ahli memperingatkan pengawasan yang lebih cermat pada kompilasi dan analisis data untuk vaksin COVID-19 yang dikembangkan di China karena rekam jejak keamanannya yang tidak merata.

“Ini harus dianalisis dengan sangat jelas dan transparan. Dan transparansi adalah salah satu perhatian terbesar bagi China, terutama dengan vaksin mereka dan juga karena rekam jejak mereka,” papar Dicky Budiman, ahli epidemiologi di Universitas Griffith Queensland.

"Jadi ini adalah salah satu waktu yang sangat penting dan krusial bagi China untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana mereka telah meningkatkan kualitas vaksin mereka. Ini adalah sesuatu yang harus mereka jelaskan kepada dunia, tentu saja melalui makalah ilmiah," ujar dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!