Ada Masjid Yesus Kristus Putra Maria, Ini Kisah di Balik Penamaannya
Kamis, 24 Desember 2020 - 14:56 WIB
Umat setempat mengatakan pilihan nama masjid inni menandakan keputusan komunitas Muslim untuk menunjukkan kepada gereja SDA bahwa mereka adalah satu.
“Kami telah mengalami pergumulan panjang untuk sebidang (tanah) tersebut dan itulah salah satu alasan kami memilih untuk menentukan nama. Kami bukan bermusuhan dengan orang Kristen," kata Abdul Rashid, seorang muazin atau orang yang mengumandangkan azan.
Dia mencatat bahwa Muslim juga percaya atau beriman pada Yesus dan bahwa dia adalah salah satu dari Nabi bersama beberapa lainnya termasuk Nabi Muhammad SAW.
“Muslim percaya pada Yesus Kristus. Pemilihan nama tersebut juga merupakan apresiasi kami terhadap Yesus Kristus yang kami yakini akan datang kembali," ujar Rasyid.
Rencana untuk membangun masjid permanen juga akan dilakukan dalam waktu dekat meskipun umat Islam yang beribadah di tempat tersebut telah membangun bangunan sementara untuk salat mereka.
Seorang pejabat senior pemerintah yang beribadah di masjid dan merupakan salah satu dari mereka yang mengajukan gugatan terhadap gereja SDA mengatakan bahwa nama tersebut tidak unik, dan menambahkan bahwa Yesus juga diakui dalam Islam.
“Yesus diberi Injil sementara Muhamad diberi Al-Qur'an. Pemilihan nama adalah pesan bagi mereka bahwa kita bersama. Kami selalu bersama," kata pejabat itu, seperti dikutip Standard Media.
“Kami telah mengalami pergumulan panjang untuk sebidang (tanah) tersebut dan itulah salah satu alasan kami memilih untuk menentukan nama. Kami bukan bermusuhan dengan orang Kristen," kata Abdul Rashid, seorang muazin atau orang yang mengumandangkan azan.
Dia mencatat bahwa Muslim juga percaya atau beriman pada Yesus dan bahwa dia adalah salah satu dari Nabi bersama beberapa lainnya termasuk Nabi Muhammad SAW.
“Muslim percaya pada Yesus Kristus. Pemilihan nama tersebut juga merupakan apresiasi kami terhadap Yesus Kristus yang kami yakini akan datang kembali," ujar Rasyid.
Rencana untuk membangun masjid permanen juga akan dilakukan dalam waktu dekat meskipun umat Islam yang beribadah di tempat tersebut telah membangun bangunan sementara untuk salat mereka.
Seorang pejabat senior pemerintah yang beribadah di masjid dan merupakan salah satu dari mereka yang mengajukan gugatan terhadap gereja SDA mengatakan bahwa nama tersebut tidak unik, dan menambahkan bahwa Yesus juga diakui dalam Islam.
“Yesus diberi Injil sementara Muhamad diberi Al-Qur'an. Pemilihan nama adalah pesan bagi mereka bahwa kita bersama. Kami selalu bersama," kata pejabat itu, seperti dikutip Standard Media.
Lihat Juga :