COVID-19 di AS Terparah di Dunia: 560.402 Kasus, 22.105 Meninggal

Senin, 13 April 2020 - 09:03 WIB
"Generasi masa depan akan melihat kembali ini sebagai masa pra-Paskah yang panjang pada tahun 2020, saat penyakit dan kematian tiba-tiba menggelapkan seluruh Bumi," kata Uskup Agung Jose Gomez dari Los Angeles dalam pesan tertulis kepada para imam dan umat paroki di seluruh negeri, yang mendesak mereka untuk tetap teguh.

"Gereja-gereja kita mungkin ditutup tetapi Kristus tidak dikarantina dan Injil-Nya tidak dirantai," paparnya, seperti dikutip AFP.

Negara Bagian New York masih menjadi pusat wabah terparah di Amerika Serikat. Wilayah ini dalam beberapa hari terakhi melaporkan angka kematian harian sekitar 2.000 oran atau lebih. Jumlah kematian terbesar terjadi di dan sekitar New York City.

Ketika angka kematian di Amerika meningkat, Presiden Donald Trump justru mempertimbangkan untuk menormalkan kondisi yang berarti pembukaan wilayah negara.

Pembatasan besar-besaran pada gerakan non-esensial yang diberlakukan dalam beberapa pekan terakhir telah berlaku di di 42 negara bagian. KOndisi itu telah merugikan perdagangan dan menimbulkan pertanyaan tentang berapa lama penutupan bisnis dan pembatasan perjalanan dapat dipertahankan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!