Sidang Mosi Tidak Percaya PM Malaysia Ditunda
Rabu, 13 Mei 2020 - 19:38 WIB
Sidang parlemen berikutnya telah ditetapkan akan berlangsung pada 13 Juli hingga 27 Agustus, namun belum ada tanggal yang ditetapkan untuk melakukan voting terhadap mosi tidak percaya yang diajukan oleh Mahathir Mohamad.
Seorang pembantu Mahathir mengatakan dia tidak akan segera mengomentari perkembangan itu. Kantor pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengatakan dia akan membahas masalah ini selama sesi Facebook Live pada hari Kamis.
Sejumlahpihak yang dekat dengan koalisi yang berkuasa mengatakan mereka memiliki kursi mayoritas di antara 222 anggota parlemen terpilih.
Pekan lalu, Ketua Parlemen Malaysia menyetujui mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Muhyiddin yang diajukan oleh Mahathir Mohamad. Mahathir yang berusia 94 tahun mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Februari lalu ketika koalisinya yang berkuasa berantakan karena perselisihan politik.(Baca: Parlemen Terima Mosi Tidak Percaya Mahathir Terhadap PM Malaysia )
Muhyiddin, mantan kolega Mahathir dan Anwar, secara tak terduga dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 1 Maret ketika kepala pemerintahan dibentuk dengan dukungan partai yang sarat korupsi yang dikalahkan oleh koalisi multi-etnis dalam pemilihan umum terakhir pada 2018.
Seorang pembantu Mahathir mengatakan dia tidak akan segera mengomentari perkembangan itu. Kantor pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengatakan dia akan membahas masalah ini selama sesi Facebook Live pada hari Kamis.
Sejumlahpihak yang dekat dengan koalisi yang berkuasa mengatakan mereka memiliki kursi mayoritas di antara 222 anggota parlemen terpilih.
Pekan lalu, Ketua Parlemen Malaysia menyetujui mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Muhyiddin yang diajukan oleh Mahathir Mohamad. Mahathir yang berusia 94 tahun mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Februari lalu ketika koalisinya yang berkuasa berantakan karena perselisihan politik.(Baca: Parlemen Terima Mosi Tidak Percaya Mahathir Terhadap PM Malaysia )
Muhyiddin, mantan kolega Mahathir dan Anwar, secara tak terduga dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 1 Maret ketika kepala pemerintahan dibentuk dengan dukungan partai yang sarat korupsi yang dikalahkan oleh koalisi multi-etnis dalam pemilihan umum terakhir pada 2018.
(ber)
Lihat Juga :