Hidup Mewah Putin: Kekayaan Rp3.066 T, Istana hingga Armada Kapal Pesiar
Jum'at, 18 Desember 2020 - 01:10 WIB
"Rumah terbaru" Putin berukuran 123.785 kaki persegi (37,7 km)—hampir dua kali lipat ukuran Istana Buckingham. Istana "gaya klasik" itu dimiliki oleh sebuah perusahaan bernama Property-V selama pembangunannya, di mana surat kabar Rusia menyatakan "V" adalah inisial untuk Vladimir. (Baca juga: Kapal Induk Shandong China Rampung Uji Laut tapi Tak Dinyatakan Siap Tempur )
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa perkebunan yang luas pasti milik individu penting dengan koneksi Kremlin tertinggi.
Kediaman mewah ini terdaftar sebagai milik Federasi Rusia , yang menurut laporan tersebut adalah "penutup" yang digunakan oleh "pemilik istana dan penthouse yang terkait dengan kepemimpinan negara".
Laporan tersebut menunjukkan bahwa properti itu adalah milik Putin atau milik seseorang yang sangat dekat dengannya.
Sejauh ini belum ada tanggapan dari juru bicara Putin atas klaim Sobesednik, yang terbaru dari serangkaian "bocoran" tentang kekayaan, kesehatan, dan kehidupan pribadinya dalam beberapa pekan terakhir.
(Baca juga : Eks Menlu Polandia Samakan Javad Zarif dengan Menlu Nazi )
Laporan itu telah menimbulkan dugaan bahwa pemimpin Rusia berada di bawah "serangan informasi" yang belum pernah terjadi sebelumnya dari musuh.
"Istana yang baru saja selesai dibangun berada di desa Greenfield, yang menawarkan standar baru kehidupan pedesaan dengan gaya kehidupan pinggiran kota elite yang sempurna dan kemandirian alam yang tenang," urai surat kabar tersebut yang dilansir news.com.au, Jumat (18/12/2020).
Istana itu terdiri dari tempat tinggal megah, yang mengingatkan pada kastil pedesaan, dan merupakan rumah bagi sejumlah miliarder.
Desa ini menawarkan taman dan jalan raya yang indah selebar 24 meter, air mancur, patung, hamparan bunga dan dikelilingi oleh hutan yang luas.
Sebelum pembangunan istana selesai, desa tersebut dikatakan sebagai "rumah termahal di Rusia", milik miliuner Yordania.
Surat kabar itu menaksir istana baru tersebut mungkin bernilai sekitar £202 juta.
(Baca juga : Wusss....! Di Harbolnas 12.12 Pengiriman SiCepat Tembus 5 Juta Paket )
Andrey Ertman, perwakilan dari perusahaan yang sedang membangun istana, menolak menyebutkan pemiliknya "bersembunyi dengan nama samaran 'Federasi Rusia'.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa perkebunan yang luas pasti milik individu penting dengan koneksi Kremlin tertinggi.
Kediaman mewah ini terdaftar sebagai milik Federasi Rusia , yang menurut laporan tersebut adalah "penutup" yang digunakan oleh "pemilik istana dan penthouse yang terkait dengan kepemimpinan negara".
Laporan tersebut menunjukkan bahwa properti itu adalah milik Putin atau milik seseorang yang sangat dekat dengannya.
Sejauh ini belum ada tanggapan dari juru bicara Putin atas klaim Sobesednik, yang terbaru dari serangkaian "bocoran" tentang kekayaan, kesehatan, dan kehidupan pribadinya dalam beberapa pekan terakhir.
(Baca juga : Eks Menlu Polandia Samakan Javad Zarif dengan Menlu Nazi )
Laporan itu telah menimbulkan dugaan bahwa pemimpin Rusia berada di bawah "serangan informasi" yang belum pernah terjadi sebelumnya dari musuh.
"Istana yang baru saja selesai dibangun berada di desa Greenfield, yang menawarkan standar baru kehidupan pedesaan dengan gaya kehidupan pinggiran kota elite yang sempurna dan kemandirian alam yang tenang," urai surat kabar tersebut yang dilansir news.com.au, Jumat (18/12/2020).
Istana itu terdiri dari tempat tinggal megah, yang mengingatkan pada kastil pedesaan, dan merupakan rumah bagi sejumlah miliarder.
Desa ini menawarkan taman dan jalan raya yang indah selebar 24 meter, air mancur, patung, hamparan bunga dan dikelilingi oleh hutan yang luas.
Sebelum pembangunan istana selesai, desa tersebut dikatakan sebagai "rumah termahal di Rusia", milik miliuner Yordania.
Surat kabar itu menaksir istana baru tersebut mungkin bernilai sekitar £202 juta.
(Baca juga : Wusss....! Di Harbolnas 12.12 Pengiriman SiCepat Tembus 5 Juta Paket )
Andrey Ertman, perwakilan dari perusahaan yang sedang membangun istana, menolak menyebutkan pemiliknya "bersembunyi dengan nama samaran 'Federasi Rusia'.
Lihat Juga :