Wabah Covid-19 Parah, AS Hendak Jatuhkan Sanksi pada China
Rabu, 13 Mei 2020 - 15:46 WIB
Para kritikus Trump, termasuk beberapa mantan pejabat, akademisi dan kolumnis, menilai pemerintah AS saat ini berusaha mengalihkan perhatian dari ketidakmampuan mereka menghadapi pandemi dengan menyalahkan China.
Graham mengatakan bahwa "RUU Pertanggungjawaban Covid-19" akan mengharuskan presiden untuk membuat sertifikasi ke Kongres dalam waktu 60 hari bahwa China telah memberikan akuntansi penuh dan lengkap untuk penyelidikan Covid-19 yang dipimpin oleh Amerika Serikat, sekutunya, atau organisasi afiliasi PBB seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
RUU itu akan memberi wewenang kepada presiden untuk menjatuhkan sejumlah sanksi, termasuk pembekuan aset, larangan perjalanan, dan pencabutan visa, serta pembatasan pinjaman untuk bisnis China oleh lembaga-lembaga AS dan melarang perusahaan-perusahaan China untuk listing di bursa AS.
RUU tersebut juga disponsori oleh delapan senator Republik lainnya.
Kedutaan Besar China di Washington tidak menanggapi permintaan komentar, tetapi Beijing bersikeras telah transparan tentang wabah Covid-19, yang dimulai di kota Wuhan di China pada Desember 2019.
Graham mengatakan bahwa "RUU Pertanggungjawaban Covid-19" akan mengharuskan presiden untuk membuat sertifikasi ke Kongres dalam waktu 60 hari bahwa China telah memberikan akuntansi penuh dan lengkap untuk penyelidikan Covid-19 yang dipimpin oleh Amerika Serikat, sekutunya, atau organisasi afiliasi PBB seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
RUU itu akan memberi wewenang kepada presiden untuk menjatuhkan sejumlah sanksi, termasuk pembekuan aset, larangan perjalanan, dan pencabutan visa, serta pembatasan pinjaman untuk bisnis China oleh lembaga-lembaga AS dan melarang perusahaan-perusahaan China untuk listing di bursa AS.
RUU tersebut juga disponsori oleh delapan senator Republik lainnya.
Kedutaan Besar China di Washington tidak menanggapi permintaan komentar, tetapi Beijing bersikeras telah transparan tentang wabah Covid-19, yang dimulai di kota Wuhan di China pada Desember 2019.
Lihat Juga :