Relawan Alami 'Kejadian Serius', Peru Hentikan Uji Coba Vaksin Sinopharm
Minggu, 13 Desember 2020 - 09:41 WIB
German Malaga, kepala peneliti di Universitas Heredia Cayetano, yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan seorang relawan telah mengalami penurunan kekuatan di kakinya dan juga merasakan sejumlah gejala lainnya. Namun, dia tidak menyebutkan gejala lain tersebut.
Berbeda dengan Peru, Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah secara resmi mendaftarkan vaksin Sinopharm untuk digunakan. Keputusan tersebut diambil setelah uji klinis fase ketiga menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki tingkat efektifitas mencapai 86 persen. ( Baca juga: MUI Beri Perhatian Khusus Aspek Kehalalan Vaksin Covid-19 )
Analisis yang dilakukan Kementerian Kesehatan UEA menemukan bahwa vaksin Sinopharm tampaknya memiliki tingkat serokonversi, atau proses perkembangan antibodi, 99 persen. Mereka menyebut vaksin tersebut 100 persen efektif dalam mencegah kasus penyakit sedang dan parah.
Berbeda dengan Peru, Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah secara resmi mendaftarkan vaksin Sinopharm untuk digunakan. Keputusan tersebut diambil setelah uji klinis fase ketiga menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki tingkat efektifitas mencapai 86 persen. ( Baca juga: MUI Beri Perhatian Khusus Aspek Kehalalan Vaksin Covid-19 )
Analisis yang dilakukan Kementerian Kesehatan UEA menemukan bahwa vaksin Sinopharm tampaknya memiliki tingkat serokonversi, atau proses perkembangan antibodi, 99 persen. Mereka menyebut vaksin tersebut 100 persen efektif dalam mencegah kasus penyakit sedang dan parah.
(esn)
Lihat Juga :