Sudan Sita Lahan Pertanian Milik Osama bin Laden, Ganti 30 Duta Besar
Sabtu, 12 Desember 2020 - 22:01 WIB
Rekening tersebut menerima dana dari dua mantan gubernur Bank Sentral Sudan yang biasa menjual mata uang asing di pasar gelap kepada para pendukung rezim sebelumnya, dengan keuntungan 30% untuk mantan presiden dan kantornya.
Saleh mengindikasikan komite tersebut telah memulihkan ribuan hektar tanah dari para pemimpin rezim sebelumnya.
Sejak jatuhnya rezim Al-Bashir pada April 2019, Komite aktif memulihkan dana miliaran dolar, tanah, dan properti dari para pemimpin rezim sebelumnya.
Osama bin Laden tinggal di Sudan pada 1990-an dan dia menjadi alasan keputusan Washington memasukkan Khartoum ke dalam daftar hitam.
Mohamed Ismat, pemimpin Pasukan Kebebasan dan Perubahan yang memimpin gerakan rakyat melawan Al-Bashir, membenarkan bahwa selain dana yang disita di negara itu, para pemimpin rezim sebelumnya memiliki sekitar USD64 miliar di bank-bank di luar negeri.
Saleh mengindikasikan komite tersebut telah memulihkan ribuan hektar tanah dari para pemimpin rezim sebelumnya.
Sejak jatuhnya rezim Al-Bashir pada April 2019, Komite aktif memulihkan dana miliaran dolar, tanah, dan properti dari para pemimpin rezim sebelumnya.
Osama bin Laden tinggal di Sudan pada 1990-an dan dia menjadi alasan keputusan Washington memasukkan Khartoum ke dalam daftar hitam.
Mohamed Ismat, pemimpin Pasukan Kebebasan dan Perubahan yang memimpin gerakan rakyat melawan Al-Bashir, membenarkan bahwa selain dana yang disita di negara itu, para pemimpin rezim sebelumnya memiliki sekitar USD64 miliar di bank-bank di luar negeri.
(sya)
Lihat Juga :