Pembunuhan Fakhrizadeh Dimaksudkan untuk Hambat Diplomasi dan Ciptakan Krisis Besar di Kawasan

Kamis, 03 Desember 2020 - 20:22 WIB
Tindakan teror dan pembunuhan pengecut terhadap Fakhrizadeh, papar kedubes Iran, merupakan pelanggaran nyata terhadap aturan internasional dan prinsip moral dan kemanusiaan yang dilakukan terhadap Iran sebagai negara yang selama ini berada di garis terdepan dalam perang melawan terorisme demi membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.

"Rakyat Iran berharap komunitas internasional dan negara-negara pembela HAM untuk mengutuk terorisme negara dan membangun konsensus agar melawan ketegangan di kawasan. Iran menyerukan kepada dunia internasional, khususnya Uni Eropa (UE), untuk meninggalkan standar ganda dan mengutuk tindakan terorisme yang berbasis negara ini," jelasnya.

"Tindakan teroris terhadap ilmuwan terkemuka Iran memperlihatkan keputusaan para musuh rakyat Iran yang berasal dari kelemahan, ketidakmampuan dan kekalahan mereka di kawasan dan di arena politik lainnya," ungkapnya. ( Baca juga: UE: Kematian Fakhrizadeh Tidak akan Hentikan Iran Dapatkan Senjata Nuklir )

Kedubes Iran menyebut, musuh-musuh Teheran yang buta hati, terutama mereka yang merancang, melakukan dan mendukung tindakan kriminal ini, harus mengetahui bahwa tindakan jahat seperti itu tidak akan mempengaruhi tekad dan keinginan bangsa Iran untuk melanjutkan jalan mereka yang mulia menuju kemajuan dan kejayaan.

"Iran memperingatkan terhadap tindakan petualangan apa pun dan menekankan pada hak sah dan wajarnya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat serta mengamankan kepentingannya serta akan merespon pembunuhan ini pada waktu yang tepat," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!