Bangkit Usai Pandemi, China Buka Shanghai Disneyland
Selasa, 12 Mei 2020 - 09:05 WIB
Shanghai Disneyland juga mengatur jaga jarak saat mengantre dalam berbagai wahana permainan. Salah satu pengunjung, Kaira, mengungkapkan biasanya mengunjungi Disneyland setiap akhir pekan sebelum pandemi. “Ini adalah waktunya rileksasi. Ini seperti magis,” katanya.
Pemerintah China pekan lalu sudah mengumumkan untuk membuka kembali bioskop, museum, dan tempat wisata lainnya. Namun, pemberlakuan itu harus tetap menjalani protokol kesehatan yang dijalankan dengan ketat.
Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di China menunjukkan peningkatan, yakni 17 kasus baru pada Minggu. Itu menjadi angka tertinggi sejak 28 April lalu. Kasus baru tersebut adalah kasus impor termasuk warga China yang baru datang dari luar negeri. Selain itu, lima kasus baru juga berasal dari Wuhan, pusat epidemi virus corona. Itu memicu kekhawatiran kalau penyebaran virus corona akan kembali meluas lagi di Wuhan.
Apalagi infeksi baru itu mengkhawatirkan karena China sudah mulai menghidupkan kembali roda bisnis dan mengizinkan warganya kembali bekerja. Pekan lalu, kantor berita Xinhua melaporkan tidak terdapat kasus positif Covid-19 di seluruh Provinsi Hubei, termasuk ibu kotanya, Wuhan, selama 32 hari. Atas dasar itu, berbagai sekolah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, kembali beraktivitas, walau terbatas untuk siswa kelas 9 dan 12 yang bakal menghadapi ujian akhir jelang musim panas mendatang.
Keberadaan kasus-kasus baru memunculkan kekhawatiran adanya gelombang baru penyebaran virus di kota Shulan di Provinsi Jilin. Dari kasus-kasus baru, tujuh kasus diduga terpapar dari luar negara itu, yaitu diduga terinfeksi melalui kehadiran turis asing. (Baca juga: China Marah, Sebut 24 Tuduhan AS soal Covid-19 Tak Masuk Akal)
Secara keseluruhan China terus mengalami penurunan jumlah infeksi baru virus corona. Ada 12 kasus tanpa gejala dan tidak ada kematian baru. Jumlah total kasus virus corona yang dikonfirmasi saat ini di China mencapai 82.918 orang. Adapun jumlah korban meninggal di negara itu yang tercatat tetap 4.633 orang.
Pemerintah China pekan lalu sudah mengumumkan untuk membuka kembali bioskop, museum, dan tempat wisata lainnya. Namun, pemberlakuan itu harus tetap menjalani protokol kesehatan yang dijalankan dengan ketat.
Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di China menunjukkan peningkatan, yakni 17 kasus baru pada Minggu. Itu menjadi angka tertinggi sejak 28 April lalu. Kasus baru tersebut adalah kasus impor termasuk warga China yang baru datang dari luar negeri. Selain itu, lima kasus baru juga berasal dari Wuhan, pusat epidemi virus corona. Itu memicu kekhawatiran kalau penyebaran virus corona akan kembali meluas lagi di Wuhan.
Apalagi infeksi baru itu mengkhawatirkan karena China sudah mulai menghidupkan kembali roda bisnis dan mengizinkan warganya kembali bekerja. Pekan lalu, kantor berita Xinhua melaporkan tidak terdapat kasus positif Covid-19 di seluruh Provinsi Hubei, termasuk ibu kotanya, Wuhan, selama 32 hari. Atas dasar itu, berbagai sekolah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, kembali beraktivitas, walau terbatas untuk siswa kelas 9 dan 12 yang bakal menghadapi ujian akhir jelang musim panas mendatang.
Keberadaan kasus-kasus baru memunculkan kekhawatiran adanya gelombang baru penyebaran virus di kota Shulan di Provinsi Jilin. Dari kasus-kasus baru, tujuh kasus diduga terpapar dari luar negara itu, yaitu diduga terinfeksi melalui kehadiran turis asing. (Baca juga: China Marah, Sebut 24 Tuduhan AS soal Covid-19 Tak Masuk Akal)
Secara keseluruhan China terus mengalami penurunan jumlah infeksi baru virus corona. Ada 12 kasus tanpa gejala dan tidak ada kematian baru. Jumlah total kasus virus corona yang dikonfirmasi saat ini di China mencapai 82.918 orang. Adapun jumlah korban meninggal di negara itu yang tercatat tetap 4.633 orang.
Lihat Juga :