Analis: Biden Harus Hadapi Ancaman Lama dan Baru di Irak untuk 'Hadang' Iran

Senin, 30 November 2020 - 02:00 WIB
“Sekarang saatnya untuk membangun kesuksesan dan kegagalan,” kata Smyth, seperti dilansir Al Arabiya.

AS, jelasnya, harus menghadapi pengaruh Iran di Irak melalui milisi mapan, seperti Hezbollah dan Asaib Ahl al-Ahaq, dan ancaman yang muncul dari kelompok yang lebih baru yang telah terbentuk selama setahun terakhir yang tampak seperti taktik pengalihan, memberikan perlindungan bagi Iran untuk melakukan aktivitas jahatnya.

"Beberapa kelompok baru hanya ada dalam nama atau di halaman Telegram. Tetapi, mereka tetap menjadi ancaman yang sah bagi kepentingan AS. AS memiliki kemampuan untuk melawan kampanye online Iran dengan mendukung pesan bahwa Irak berdaulat," ujarnya.

(Baca: Joe Biden Presiden, Turki Berharap Terbebas dari Sanksi AS )

AS telah menegaskan kembali penghormatannya terhadap kedaulatan Irak dan di mana Iran menggunakan kampanye pengiriman pesan untuk mempromosikan narasinya sendiri di Irak dan mendapatkan pengaruh, AS memiliki kemampuan untuk mendorong pesannya, bahwa Irak adalah negaranya sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!