Analis: Biden Harus Hadapi Ancaman Lama dan Baru di Irak untuk 'Hadang' Iran
Senin, 30 November 2020 - 02:00 WIB
Presiden AS Terpilih Joe Biden. FOTO/Reuters
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden harus belajar dari pengalaman negaranya di Timur Tengah untuk merumuskan kebijakan tentang Irak untuk era baru. Hal itu diungkapkan seorang peneliti di Institut Washington, Phillip Smyth.
Smyth menuturkan, Biden akan dihadapkan dengan berbagai tantangan di Timur Tengah, termasuk Iran dan jaringan proksi, terutama ancaman milisi pro-Iran di Irak yang sering menargetkan pasukan koalisi AS.
(Baca: Tolak Pendekatan Kebijakan Luar Negeri Trump, Biden: Amerika Telah Kembali )
Sementara presiden baru AS cenderung menolak menggunakan strategi yang sama dengan pemerintah sebelumnya, Biden harus belajar dari aspek fungsional kebijakan yang telah keluar dari pemerintahan Donald Trump dan Barack Obama.
Smyth menuturkan, Biden akan dihadapkan dengan berbagai tantangan di Timur Tengah, termasuk Iran dan jaringan proksi, terutama ancaman milisi pro-Iran di Irak yang sering menargetkan pasukan koalisi AS.
(Baca: Tolak Pendekatan Kebijakan Luar Negeri Trump, Biden: Amerika Telah Kembali )
Sementara presiden baru AS cenderung menolak menggunakan strategi yang sama dengan pemerintah sebelumnya, Biden harus belajar dari aspek fungsional kebijakan yang telah keluar dari pemerintahan Donald Trump dan Barack Obama.
Lihat Juga :