Presiden Prancis Sangat Kaget Soal Polisi Pukuli Pria Kulit Hitam

Jum'at, 27 November 2020 - 20:08 WIB
Konflik ini memanas setelah kematian pria kulit hitam George Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat (AS), pada Mei yang memicu gerakan "BlackLivesMatter" di penjuru dunia. (Lihat Video: Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi, Bogor)

Polisi Paris telah menghadapi kritik pekan ini setelah foto dan video media sosial menunjukkan petugas memukuli pengunjuk rasa ketika mereka membersihkan tempat perkemahan migran ilegal di alun-alun pusat kota Paris.

Produser musik tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa dia dilompati oleh polisi di studionya di arondisemen ke-17 Paris pada 21 November.

Dia mengaku berjalan di jalan tanpa masker sehingga melanggar protokol kesehatan COVID-19 Prancis. Setelah melihat mobil polisi, dia pergi ke studionya di dekatnya untuk menghindari denda. Namun, katanya, polisi mengikutinya masuk ke dalam dan mulai menyerang serta melecehkannya secara rasial.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis Gerald Darmanin mengatakan bahwa para petugas akan diberi sanksi jika dugaan kesalahan itu memang terjadi.

Insiden tersebut terjadi di tengah kontroversi rancangan undang-undang (RUU) yang membatasi kemampuan jurnalis untuk menampilkan gambar petugas polisi Prancis yang sedang bekerja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!