AS Peringatkan China Tak Gunakan Kekuatan Militer terhadap Taiwan
Selasa, 24 November 2020 - 13:50 WIB
“Kami memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Taiwan. Presiden (Donald Trump) telah memperjelas bahwa setiap upaya untuk membuat Taiwan bersatu dengan China dengan apa pun selain persuasi atau pemilihan demokratis, adalah sesuatu yang akan sangat berpengaruh bagi Republik Rakyat China," kata O'Brien, yang dilansir The Telegraph, Selasa (24/11/2020).
"Saya tidak dapat membayangkan apa pun yang akan menyebabkan reaksi yang lebih besar terhadap China di seluruh dunia jika mereka mencoba menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Taiwan," lanjut dia kepada wartawan. (Baca juga: AS Tes Jet Tempur Siluman F-35 untuk Serangan Nuklir Supersonik, Ini Videonya )
Washington tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taipei tetapi memandang Taiwan sebagai sekutu demokratis di kawasan strategis Indo-Pasifik. Amerika adalah pemasok senjata terbesar di Taiwan.
Pemerintahan Trump telah meningkatkan dukungan untuk Taiwan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk menyetujui beberapa penjualan senjata berskala besar dan mengirim pejabat senior, termasuk Menteri Kesehatan AS Alex Azar.
Akhir pekan ini Reuters melaporkan bahwa Laksamana Muda Michael Studeman, direktur J2—yang mengawasi intelijen di Komando Indo-Pasifik militer AS—telah melakukan kunjungan rahasia ke Taiwan.
"Saya tidak dapat membayangkan apa pun yang akan menyebabkan reaksi yang lebih besar terhadap China di seluruh dunia jika mereka mencoba menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Taiwan," lanjut dia kepada wartawan. (Baca juga: AS Tes Jet Tempur Siluman F-35 untuk Serangan Nuklir Supersonik, Ini Videonya )
Washington tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taipei tetapi memandang Taiwan sebagai sekutu demokratis di kawasan strategis Indo-Pasifik. Amerika adalah pemasok senjata terbesar di Taiwan.
Pemerintahan Trump telah meningkatkan dukungan untuk Taiwan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk menyetujui beberapa penjualan senjata berskala besar dan mengirim pejabat senior, termasuk Menteri Kesehatan AS Alex Azar.
Akhir pekan ini Reuters melaporkan bahwa Laksamana Muda Michael Studeman, direktur J2—yang mengawasi intelijen di Komando Indo-Pasifik militer AS—telah melakukan kunjungan rahasia ke Taiwan.
Lihat Juga :