Perusahaan Jerman Bersihkan Bahan Berbahaya di Pelabuhan Beirut

Jum'at, 20 November 2020 - 21:02 WIB
Kabinet mengundurkan diri setelah ledakan tetapi masih bertindak sebagai pengurus sementara karena belum ada kesepakatan untuk membentuk pemerintahan baru.

Amonium nitrat yang meledak pada Agustus telah disimpan di pelabuhan pada 2014. Pihak berwenang mengabaikan beberapa peringatan dari pejabat tentang bahaya menyimpan material itu di sana.

Pihak berwenang telah menahan 25 orang, termasuk petugas pelabuhan dan bea cukai. Otoritas mengatakan penyelidikan dilakukan secepat mungkin.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!