Taiwan Bebas Kasus Lokal Infeksi Covid-19 Selama 210 Hari
Rabu, 18 November 2020 - 19:36 WIB
Mekanisme demokrasi Taiwan sangat merespon terhadap masyarakat, pemerintah mau belajar dari aksi protes daripada menekan protes, sehingga bisa menumbuhkan rasa percaya dari masyarakat. Selain itu, masyarakat Taiwan sama seperti masyarakat Indonesia, memiliki semangat untuk saling membantu. Masyarakat Taiwan juga memahami bahwa ketika penyakit menular sedang mewabah, menolong sesama manusia adalah membantu diri sendiri juga.
(Baca: Jaringan Kesehatan Global di Era Pasca-Pandemi Perlu Menerima Partisipasi Taiwan )
Tanpa paksaan pemerintah, masyarakat menunjukkan tingkat pemahaman demokrasi yang tinggi dan memiliki semangat gotong royong, serta dengan sukarela mematuhi berbagai langkah pencegahan pandemi, sering mencuci tangan, memakai masker dan mengurangi pertemuan. Tingkat pemahaman demokrasi yang tinggi dari rakyat dan kebijakan yang benar dari pemerintah, bersama-sama mengalahkan pandemi.
Selain sistem demokrasi dan semangat gotong royong, teknologi informasi menjadi kunci penentu keberhasilan pencegahan pandemi Taiwan. Markas Komando Pandemi Pusat Taiwan menggunakan ponsel untuk melacak seluruh penumpang yang masuk ke Taiwan, dan secara ketat memberlakukan tindakan karantina 14 hari.
Selain itu, banyak aplikasi yang dikembangkan kepada publik untuk memeriksa persediaan masker dan peringatan pengumpulan kerumunan dll., telah berhasil mengendalikan pandemi. Oleh karena itu, sejak merebaknya pandemi Covid-19 Wuhan, Taiwan tidak pernah menerapkan tindakan tegas untuk menutup kota, dan menciptakan keajaiban pencegahan pandemi.
(Baca: Jaringan Kesehatan Global di Era Pasca-Pandemi Perlu Menerima Partisipasi Taiwan )
Tanpa paksaan pemerintah, masyarakat menunjukkan tingkat pemahaman demokrasi yang tinggi dan memiliki semangat gotong royong, serta dengan sukarela mematuhi berbagai langkah pencegahan pandemi, sering mencuci tangan, memakai masker dan mengurangi pertemuan. Tingkat pemahaman demokrasi yang tinggi dari rakyat dan kebijakan yang benar dari pemerintah, bersama-sama mengalahkan pandemi.
Selain sistem demokrasi dan semangat gotong royong, teknologi informasi menjadi kunci penentu keberhasilan pencegahan pandemi Taiwan. Markas Komando Pandemi Pusat Taiwan menggunakan ponsel untuk melacak seluruh penumpang yang masuk ke Taiwan, dan secara ketat memberlakukan tindakan karantina 14 hari.
Selain itu, banyak aplikasi yang dikembangkan kepada publik untuk memeriksa persediaan masker dan peringatan pengumpulan kerumunan dll., telah berhasil mengendalikan pandemi. Oleh karena itu, sejak merebaknya pandemi Covid-19 Wuhan, Taiwan tidak pernah menerapkan tindakan tegas untuk menutup kota, dan menciptakan keajaiban pencegahan pandemi.
Lihat Juga :