Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka

Rabu, 18 November 2020 - 01:21 WIB
Perdana Menteri Prayuth mengambil alih kekuasaan sebagai kepala junta militer pada 2014 dan tetap menjabat setelah pemilu tahun lalu. Dia menampik tudingan oposisi bahwa pemilu tidak adil.

Anggota parlemen sedang membahas beberapa proposal untuk perubahan konstitusi, yang sebagian besar akan mengecualikan kemungkinan mengubah peran kerajaan.

Ada juga diskusi tentang peran majelis tinggi atau Senat yang sepenuhnya dipilih oleh mantan junta Prayuth. Senat itulah yang membantu memastikan Prayuth mempertahankan kekuasaan dengan mayoritas di parlemen setelah pemilu yang digugat tahun lalu.

Beberapa pengunjuk rasa berkelahi dengan puluhan pendukung kerajaan yang tetap tinggal setelah demonstrasi sebelumnya oleh ratusan pendukung sayap kanan yang meminta anggota parlemen untuk tidak membuat perubahan konstitusi.

"Mengubah konstitusi akan mengarah pada penghapusan kerajaan," ujar pemimpin kelompok pendukung kerajaan Warong Dechgitvigrom kepada wartawan.

Para pengunjuk rasa mengatakan mereka tidak ingin menghapus kerajaan tapi membatasi wewenangnya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!