Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Selasa, 17 November 2020 - 10:52 WIB
Trump pada Mei 2018 telah menarik AS keluar dari perjanjian nukklir Iran 2015. Tak lama kemudian, pemerintah Trump menjatuhkan sanksi ekonomi yang keras terhadap Teheran. Trump mengklaim bahwa Iran telah melanggar kesepakatan nuklir 2015.
Teheran sendiri berulang kali menunjukkan bahwa pihaknya mematuhi ketentuan perjanjian tersebut, dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.
Satu tahun setelah penarikan diri AS dari perjanjian nuklir Iran, Teheran mulai mundur dari komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir tersebut.
Ketegangan kedua negara meningkat setelah presiden AS memerintahkan pembunuhan jenderal Iran, Qasem Soleimani, pada Januari lalu melalui serangan drone di dekat Bandara Baghdad Irak.
Sebagai pembalasan, Iran melakukan serangan udara terhadap dua pangkalan militer Amerika di Irak, yang tidak merenggut nyawa. Namun, Pentagon mengakui lebih dari 100 prajurit AS didiagnosis menderita cedera otak traumatis.
Teheran sendiri berulang kali menunjukkan bahwa pihaknya mematuhi ketentuan perjanjian tersebut, dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.
Satu tahun setelah penarikan diri AS dari perjanjian nuklir Iran, Teheran mulai mundur dari komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir tersebut.
Ketegangan kedua negara meningkat setelah presiden AS memerintahkan pembunuhan jenderal Iran, Qasem Soleimani, pada Januari lalu melalui serangan drone di dekat Bandara Baghdad Irak.
Sebagai pembalasan, Iran melakukan serangan udara terhadap dua pangkalan militer Amerika di Irak, yang tidak merenggut nyawa. Namun, Pentagon mengakui lebih dari 100 prajurit AS didiagnosis menderita cedera otak traumatis.
(min)
Lihat Juga :