Bill Gates Tawarkan Rp2,3 Triliun demi Vaksin Corona 7 Miliar Orang
Kamis, 16 April 2020 - 10:49 WIB
Suzman mengumumkan yayasan Gates, yang dimulai dan dikendalikan oleh miliarder pendiri Microsoft; Bill Gates, dan istrinya Melinda Gates, menambahkan USD150 juta ke dana pengembangan vaksin USD100 juta yang diumumkan pada Februari lalu.
Menurutnya, sebagian besar uang itu untuk mendukung pengembangan tes diagnostik COVID-19, perawatan terapi dan vaksin, dan untuk membuatnya tersedia secara global.
Beberapa uang itu juga untuk membantu negara-negara termiskin di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara, yang kekurangan pasokan, peralatan, dan infrastruktur untuk menghadapi epidemi baru.
Tetapi yayasan tersebut memiliki fokus pada persiapan untuk pembuatan vaksin yang secara efektif dapat menghentikan penyebaran virus corona baru.
Suzman mengatakan sekitar 100 vaksin potensial sedang dikembangkan dan diuji oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Menurutnya, banyak yang mungkin tampak penuh harapan pada tes awal yang kecil, tetapi sebagian besar akan gagal dalam uji coba yang lebih besar.
“Vaksin yang berhasil harus tersedia untuk tujuh miliar orang. Anda perlu menguji apakah ada efek samping yang tidak terduga, atau efek samping dalam kelompok, apakah itu wanita hamil atau orang tua atau sangat muda," kata Suzman.
Menurutnya, sebagian besar uang itu untuk mendukung pengembangan tes diagnostik COVID-19, perawatan terapi dan vaksin, dan untuk membuatnya tersedia secara global.
Beberapa uang itu juga untuk membantu negara-negara termiskin di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara, yang kekurangan pasokan, peralatan, dan infrastruktur untuk menghadapi epidemi baru.
Tetapi yayasan tersebut memiliki fokus pada persiapan untuk pembuatan vaksin yang secara efektif dapat menghentikan penyebaran virus corona baru.
Suzman mengatakan sekitar 100 vaksin potensial sedang dikembangkan dan diuji oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Menurutnya, banyak yang mungkin tampak penuh harapan pada tes awal yang kecil, tetapi sebagian besar akan gagal dalam uji coba yang lebih besar.
“Vaksin yang berhasil harus tersedia untuk tujuh miliar orang. Anda perlu menguji apakah ada efek samping yang tidak terduga, atau efek samping dalam kelompok, apakah itu wanita hamil atau orang tua atau sangat muda," kata Suzman.
Lihat Juga :