Trump Lengser, Israel Bakal Serang Iran

Sabtu, 14 November 2020 - 02:24 WIB
Pihak berwenang Suriah berulang kali menolak klaim bahwa fasilitas yang diserang pada tahun 2007 adalah sebuah 'situs nuklir'. Presiden Bashar al-Assad mengatakan itu akan menjadi "kebodohan" bagi Damaskus untuk membangun situs nuklir di gurun tanpa pertahanan udara. Pada 2009, pejabat Suriah mengatakan kepada Badan Energi Atom Internasional bahwa situs yang diserang adalah depot penyimpanan rudal.

McMaster juga mengemukakan soak kesepakatan nuklir Iran, dengan mengatakan bahwa akan menjadi kesalahan yang sangat besar bagi Washington untuk kembali ke perjanjian tersebut. Menyebut JCPOA sebagai perjanjian "cacat fundamental", McMaster menyebut JCPOA tidak mempertimbangkan ideologi rezim yang bermusuhan, serta perang proxy selama empat dekade melawan AS, termasuk upaya untuk menempatkan tentara proxy di perbatasan Israel.

Dalam beberapa hari terakhir, pejabat Amerika dan Iran secara terbuka mengomentari prospek Washington kembali ke kesepakatan nuklir, dengan kubu Biden dilaporkan mempertimbangkan untuk "menegosiasikan ulang" perjanjian itu.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menepis sentimen ini, dengan mengatakan bahwa meskipun Teheran akan siap untuk terlibat kembali dengan AS, keterlibatan kembali tidak berarti negosiasi ulang, melainkan AS kembali ke meja perundingan.(Baca juga: Iran Tegaskan Tolak Renegosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS )

Pada hari Kamis, perwakilan khusus Trump untuk Iran dan Venezuela, Elliott Abrams, mengatakan ada persatuan bipartisan di Kongres untuk membuat perubahan dan modifikasi pada JCPOA sebelum AS mempertimbangkan untuk bergabung kembali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!