Trump Lengser, Israel Bakal Serang Iran
Sabtu, 14 November 2020 - 02:24 WIB
Israel disebut akan menyerang Iran jika Donald Trump lengser. Foto/electronicintifada
WASHINGTON - Israel dapat meluncurkan serangan militer terhadap Iran setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lengser dari jabatannya. Hal itu diungkapkan mantan Penasihat Keamanan Nasional Trump, Herbert R McMaster.
"Israel mengikuti Doktrin Begin, yang berarti bahwa mereka tidak akan menerima negara musuh yang memiliki senjata paling merusak di Bumi," kata McMaster, berbicara kepada Fox News seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (14/11/2020).
McMaster merujuk pada kebijakan pemerintah Israel dalam melakukan serangan 'pencegahan' terhadap musuh potensial yang dicurigai oleh Tel Aviv telah mengembangkan senjata pemusnah massal. Doktrin tersebut dirumuskan pada tahun 1960-an, tetapi dinamai berdasarkan nama perdana menteri Israel antara 1977 dan 1983, Menachem Begin, yang menyerang reaktor nuklir Osirak Irak di luar Baghdad ketika masih dalam pembangunan pada tahun 1981. Doktrin tersebut ilegal menurut hukum internasional, yang melarang konsep serangan pendahuluan dan perang preventif.
“Kami telah melihat ini di masa lalu dengan serangan Angkatan Pertahanan Israel di Suriah. Ingat tahun 2007 ketika Korea Utara membantu membangun fasilitas senjata nuklir di Gurun Suriah, dan IDF menyerang itu dan (melakukan) serangan serupa di Irak lebih awal dari itu? Jadi saya pikir itu kemungkinan," lanjut McMaster, mengacu pada 'Operasi Outside the Box' IDF pada September 2007.(Baca juga: Israel Berpotensi Perang dengan Iran Jika Biden Menang Pilpres A )
"Israel mengikuti Doktrin Begin, yang berarti bahwa mereka tidak akan menerima negara musuh yang memiliki senjata paling merusak di Bumi," kata McMaster, berbicara kepada Fox News seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (14/11/2020).
McMaster merujuk pada kebijakan pemerintah Israel dalam melakukan serangan 'pencegahan' terhadap musuh potensial yang dicurigai oleh Tel Aviv telah mengembangkan senjata pemusnah massal. Doktrin tersebut dirumuskan pada tahun 1960-an, tetapi dinamai berdasarkan nama perdana menteri Israel antara 1977 dan 1983, Menachem Begin, yang menyerang reaktor nuklir Osirak Irak di luar Baghdad ketika masih dalam pembangunan pada tahun 1981. Doktrin tersebut ilegal menurut hukum internasional, yang melarang konsep serangan pendahuluan dan perang preventif.
“Kami telah melihat ini di masa lalu dengan serangan Angkatan Pertahanan Israel di Suriah. Ingat tahun 2007 ketika Korea Utara membantu membangun fasilitas senjata nuklir di Gurun Suriah, dan IDF menyerang itu dan (melakukan) serangan serupa di Irak lebih awal dari itu? Jadi saya pikir itu kemungkinan," lanjut McMaster, mengacu pada 'Operasi Outside the Box' IDF pada September 2007.(Baca juga: Israel Berpotensi Perang dengan Iran Jika Biden Menang Pilpres A )
Lihat Juga :