Korsel Gelar Pemilu di Tengah Pandemi Virus Corona
Kamis, 16 April 2020 - 09:48 WIB
"Saya pikir mungkin pemilu seharusnya ditunda karena orang-orang tidak mau memilih. Namun, sekarang setelah saya di sini dan melihat banyak orang, saya tidak khawatir," kata seorang perempuan yang hendak memberikan suaranya, dilansir BBC.
Korsel memang tidak pernah menunda pemilu. Meski selama Perang Korea pada 1952, pemilihan presiden terus berlangsung.
Tantangan terbesar bagi petugas pelaksana pemilu adalah menghindari risiko penularan. Mereka memutuskan bahwa jika suhu tubuh seorang pemilih di atas 37,5 derajat Celsius, yang bersangkutan akan dibawa ke tempat terpisah dan menjauh dari orang lain. Para pasien Covid-19 yang sedang dirawat diberikan pilihan untuk memberikan suara mereka melalui surat.
Namun, sejumlah TPS juga didirikan di luar kawasan permukiman yang khusus menampung ratusan orang bergejala ringan. "Awalnya saya berpikir tidak bisa memilih dan saya kecewa," ujarnya, kepada Reuters. "Namun, begitu saya mendengar kami bisa memilih, saya berterima kasih atas kesempatan ini," lanjutnya.
Orang-orang yang mengidap Covid-19 diperbolehkan memilih. Namun, para petugas pemilu wajib mengenakan APD lengkap. Pihak berwenang Korsel mengerahkan 550.000 petugas untuk menyiapkan TPS sekaligus memastikan semuanya berjalan lancar. (Andika H Mustaqim)
Korsel memang tidak pernah menunda pemilu. Meski selama Perang Korea pada 1952, pemilihan presiden terus berlangsung.
Tantangan terbesar bagi petugas pelaksana pemilu adalah menghindari risiko penularan. Mereka memutuskan bahwa jika suhu tubuh seorang pemilih di atas 37,5 derajat Celsius, yang bersangkutan akan dibawa ke tempat terpisah dan menjauh dari orang lain. Para pasien Covid-19 yang sedang dirawat diberikan pilihan untuk memberikan suara mereka melalui surat.
Namun, sejumlah TPS juga didirikan di luar kawasan permukiman yang khusus menampung ratusan orang bergejala ringan. "Awalnya saya berpikir tidak bisa memilih dan saya kecewa," ujarnya, kepada Reuters. "Namun, begitu saya mendengar kami bisa memilih, saya berterima kasih atas kesempatan ini," lanjutnya.
Orang-orang yang mengidap Covid-19 diperbolehkan memilih. Namun, para petugas pemilu wajib mengenakan APD lengkap. Pihak berwenang Korsel mengerahkan 550.000 petugas untuk menyiapkan TPS sekaligus memastikan semuanya berjalan lancar. (Andika H Mustaqim)
(yuds)
Lihat Juga :