Korsel Gelar Pemilu di Tengah Pandemi Virus Corona

Kamis, 16 April 2020 - 09:48 WIB
loading...
Korsel Gelar Pemilu...
Warga Korea Selatan mengenakan masker selama mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) Parlemen ditengah wabah virus korona Covid-19 di Seoul, Korea Selatan. Foto/Reuters
A A A
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) tetap menggelar pemilu parlemen untuk memilih 300 anggota Dewan Nasional di tengah wabah corona (Covid-19). Para pemilih mengenakan masker dan sarung tangan saat datang ke tempat pemungutan suara. Pemilu itu penting sebagai referendum bagi pemerintahan Presiden Korsel Moon Jae-in.

Korsel merupakan negara pertama yang mengalami wabah korona dan menggelar pemilu nasional. Padahal, 10.560 orang telah terinfeksi virus corona. Tapi, pemerintahan Korsel dipuji karena mampu menangani wabah itu dengan efektif dan efisien. Sebanyak 7.500 orang di Korsel pun telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Hingga pukul 15.00 kemarin waktu setempat, 56,5% pemilih telah memberikan suara. Itu lebih tinggi 10% dibandingkan pemilu parlemen pada 2016. Partisipasi pemilu kali ini diperkirakan lebih tinggi meskipun dalam situasi sulit.

Para pakar memperingatkan bahwa pemilu saat pandemi mungkin menyebabkan tingkat partisipasi lebih rendah. Pasalnya, para pemilih fokus pada kesehatan dibandingkan pemilu. Melansir CNN, banyak pemilih Korsel menyatakan mendukung pemilu tetap digelar. Penanganan pemerintah dalam menghadapi wabah virus corona mendominasi semua diskusi selama masa sebelum pemilu. Topik ini lebih banyak dibicarakan ketimbang ekonomi dan skandal korupsi yang melibatkan staf presiden. “Pandemi justru menjadi pemilu menjadi hal penting,” kata pemilih di Korsel.

Pada pemilu kali ini, setiap pemilih harus memakai masker dan berdiri setidaknya 1 meter satu sama lain. Di tempat pemungutan suara, mereka harus diperiksa suhu tubuhnya, mencuci tangan, dan memakai sarung tangan plastik. Barulah kemudian mereka diberikan kertas suara dan diperbolehkan menuju bilik suara.

Sebanyak 300 kursi diperebutkan dalam Pemilu DPR kali ini. Sebanyak 35 partai telah mendaftarkan kandidat mereka. Namun, pertarungan sebenarnya disebut-sebut antara Partai Minjoo (Demokratik) dan oposisi utama, Partai Masa Depan Bersatu, yang berhaluan konservatif.

"Saya pikir mungkin pemilu seharusnya ditunda karena orang-orang tidak mau memilih. Namun, sekarang setelah saya di sini dan melihat banyak orang, saya tidak khawatir," kata seorang perempuan yang hendak memberikan suaranya, dilansir BBC.

Korsel memang tidak pernah menunda pemilu. Meski selama Perang Korea pada 1952, pemilihan presiden terus berlangsung.

Tantangan terbesar bagi petugas pelaksana pemilu adalah menghindari risiko penularan. Mereka memutuskan bahwa jika suhu tubuh seorang pemilih di atas 37,5 derajat Celsius, yang bersangkutan akan dibawa ke tempat terpisah dan menjauh dari orang lain. Para pasien Covid-19 yang sedang dirawat diberikan pilihan untuk memberikan suara mereka melalui surat.

Namun, sejumlah TPS juga didirikan di luar kawasan permukiman yang khusus menampung ratusan orang bergejala ringan. "Awalnya saya berpikir tidak bisa memilih dan saya kecewa," ujarnya, kepada Reuters. "Namun, begitu saya mendengar kami bisa memilih, saya berterima kasih atas kesempatan ini," lanjutnya.

Orang-orang yang mengidap Covid-19 diperbolehkan memilih. Namun, para petugas pemilu wajib mengenakan APD lengkap. Pihak berwenang Korsel mengerahkan 550.000 petugas untuk menyiapkan TPS sekaligus memastikan semuanya berjalan lancar. (Andika H Mustaqim)
(yuds)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
Pabrik Senjata dan Dirgantara...
Pabrik Senjata dan Dirgantara Meledak di Korsel Tewaskan 5 Orang, Apakah Ada Sabotase?
Kim Jong-un Pamer Kekuatan,...
Kim Jong-un Pamer Kekuatan, Tembakkan Beberapa Rudal Balistik Korut
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved