Erdogan: Pendudukan Armenia di Nagorno-Karabakh Akan Berakhir
Rabu, 11 November 2020 - 20:20 WIB
Cavusoglu memuji kesepakatan gencatan senjata sebagai kesuksesan dan kemenangan besar bagi Azerbaijan, menambahkan bahwa tanah di bawah pendudukan selama 30 tahun sedang dibebaskan.
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menandai kesempatan itu dengan men-tweet bahwa penandatanganan kesepakatan itu adalah "hari bersejarah".
“Konflik Armenia-Azerbaijan Nagorno-Karabakh sedang diakhiri. Bagi orang-orang kami, hari-hari ini adalah yang paling bahagia. Dan saya juga dengan senang hati menyampaikan kabar menyenangkan ini kepada orang-orang saya,” tambahnya.
Sementara Azerbaijan merayakan gencatan senjata, ribuan orang di Armenia menuntut pengunduran diri perdana menteri mereka Nikol Pashinyan, yang berkuasa pada 2018 dalam pemberontakan rakyat. Beberapa dari mereka, termasuk tokoh oposisi terkemuka, ditangkap.
Aksi protes ini terjadi sehari setelah beberapa pengunjuk rasa Armenia menyerbu parlemen distrik untuk memprotes kesepakatan gencatan senjata.
Awal pekan ini, Pashinyan menulis di Facebook bahwa keputusan untuk menandatangani perjanjian itu "sulit" dan "menyakitkan", tetapi didasarkan pada pertimbangan militer dan nasihat para ahli.
Pada hari Selasa, dia mengakui bahwa akibat konflik tersebut merupakan kegagalan dan bencana besar bagi negaranya.
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menandai kesempatan itu dengan men-tweet bahwa penandatanganan kesepakatan itu adalah "hari bersejarah".
“Konflik Armenia-Azerbaijan Nagorno-Karabakh sedang diakhiri. Bagi orang-orang kami, hari-hari ini adalah yang paling bahagia. Dan saya juga dengan senang hati menyampaikan kabar menyenangkan ini kepada orang-orang saya,” tambahnya.
Sementara Azerbaijan merayakan gencatan senjata, ribuan orang di Armenia menuntut pengunduran diri perdana menteri mereka Nikol Pashinyan, yang berkuasa pada 2018 dalam pemberontakan rakyat. Beberapa dari mereka, termasuk tokoh oposisi terkemuka, ditangkap.
Aksi protes ini terjadi sehari setelah beberapa pengunjuk rasa Armenia menyerbu parlemen distrik untuk memprotes kesepakatan gencatan senjata.
Awal pekan ini, Pashinyan menulis di Facebook bahwa keputusan untuk menandatangani perjanjian itu "sulit" dan "menyakitkan", tetapi didasarkan pada pertimbangan militer dan nasihat para ahli.
Pada hari Selasa, dia mengakui bahwa akibat konflik tersebut merupakan kegagalan dan bencana besar bagi negaranya.
Lihat Juga :