20 Pesawat Kargo Militer Angkut 400 Tentara Rusia Mendarat di Armenia
Rabu, 11 November 2020 - 15:43 WIB
20 pesawat angkut militer Il-76 telah mendarat di Yerevan, membawa lebih dari 400 anggota Brigade Penjaga Perdamaian ke-15 beserta perlengkapannya. Foto/Russia Today
YEREVAN - Lebih dari 400 pasukan penjaga perdamaian Rusia dan peralatan mereka telah berhasil diangkut ke ibu kota Armenia , Yerevan. Mereka kemudian akan melanjutkan perjalanan ke garis gencatan senjata dengan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.
Gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan mulai berlaku pada Selasa tengah malam waktu Moskow. Sejauh ini, 20 pesawat angkut militer Il-76 telah mendarat di Yerevan, membawa lebih dari 400 anggota Brigade Penjaga Perdamaian ke-15 beserta perlengkapannya.
Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasi pada Rabu (11/11/2020) malam bahwa konvoi militer pertama sudah dalam perjalanan untuk mendirikan pos pengamatan di sepanjang garis kontak dan koridor Lachin, jalan penghubung antara Nagorno-Karabakh dan Armenia seperti dilansir dari Russia Today.
Di bawah ketentuan kesepakatan damai, 1.960 tentara Rusia dan ratusan kendaraan akan menggantikan pasukan Armenia di Nagorno-Karabakh.(Baca juga: Armenia, Azerbaijan, Rusia Sepakat Akhiri Konflik Nagorno-Karabakh )
Gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan mulai berlaku pada Selasa tengah malam waktu Moskow. Sejauh ini, 20 pesawat angkut militer Il-76 telah mendarat di Yerevan, membawa lebih dari 400 anggota Brigade Penjaga Perdamaian ke-15 beserta perlengkapannya.
Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasi pada Rabu (11/11/2020) malam bahwa konvoi militer pertama sudah dalam perjalanan untuk mendirikan pos pengamatan di sepanjang garis kontak dan koridor Lachin, jalan penghubung antara Nagorno-Karabakh dan Armenia seperti dilansir dari Russia Today.
Di bawah ketentuan kesepakatan damai, 1.960 tentara Rusia dan ratusan kendaraan akan menggantikan pasukan Armenia di Nagorno-Karabakh.(Baca juga: Armenia, Azerbaijan, Rusia Sepakat Akhiri Konflik Nagorno-Karabakh )
Lihat Juga :