6 Tahun Dikuasi Republik, Demokrat Berambisi Kuasai Senat AS
Rabu, 04 November 2020 - 10:57 WIB
Menang atau kalah Partai Demokrat di Senat juga dipengaruhi oleh popularitas kandidat presiden yang bersaing. Saat ini, tingkat popularitas Presiden Donald Trump tidak pernah mencapai 50% berdasarkan jajak pendapat versi Gallup. Pada Oktober lalu, Trump berhasil meraih popularitas hanya 46%. (Baca juga: Trump Jadi Presiden AS Lagi Bikin Ekonomi RI Rugi, Kok Bisa?)
Kampanye Trump juga sebenarnya bukan hanya untuk meraih kemenangan di Gedung Putih. Dia juga berkampanye untuk Senat.”Trump juga seharusnya menghentikan tweet tentang kandidat Republik karena hanya akan membingungkan basisnya,” kata pakar strategi Republik, Scott Reed, dilansir CNN.
Kampanye untuk perebutan senat juga menghabiskan banyak uang. Menurut CMAG, kelompok politik, menyatakan lebih dari USD1,7 miliar habis untuk iklan di pertarungan Senat.
Pertarungan berat untuk Senat fokus di Maine, North Carolina, Iowa, Arizona, Georgia, Montana dan Colorado. Masing-masing kandidat Senat mengeluarkan dana kampanye mencapai USD15 juta hingga USD31 juta.
Kampanye Trump juga sebenarnya bukan hanya untuk meraih kemenangan di Gedung Putih. Dia juga berkampanye untuk Senat.”Trump juga seharusnya menghentikan tweet tentang kandidat Republik karena hanya akan membingungkan basisnya,” kata pakar strategi Republik, Scott Reed, dilansir CNN.
Kampanye untuk perebutan senat juga menghabiskan banyak uang. Menurut CMAG, kelompok politik, menyatakan lebih dari USD1,7 miliar habis untuk iklan di pertarungan Senat.
Pertarungan berat untuk Senat fokus di Maine, North Carolina, Iowa, Arizona, Georgia, Montana dan Colorado. Masing-masing kandidat Senat mengeluarkan dana kampanye mencapai USD15 juta hingga USD31 juta.
(poe)
Lihat Juga :