AS Menanti Pemimpin Baru di Pilpres Bersejarah

Rabu, 04 November 2020 - 06:35 WIB
Selama kampanye, Trump berambisi besar untuk menjadikan AS sebagai negara yang kuat dan tidak mudah tunduk terhadap seruan asing. Di bawah kepemimpinannya, imigran asing, baik dari Amerika Selatan ataupun Timur Tengah, lebih sulit diselundupkan menuju AS mengingat penjagaan di perbatasan sangat ketat. (Baca juga: Biaya Operasional Pendidikan Terlambat Cair, Ada Apa?)

Perusahaan-perusahaan asing yang dianggap menjadi alat mata-mata dan mengancam keamanan nasional juga dibekukan, kebanyakan berasal dari China. Meski tuduhan itu sejauh ini masih dalam proses investigasi, Trump tidak main-main dan berharap seluruh server perusahaan asal China dipindah menuju AS.

Selain itu, Trump juga berupaya mengeluarkan kebijakan adil selama pandemi dengan menyeimbangkan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Dia menilai ekonomi masyarakat perlu berputar dan tidak perlu terlalu lama melakukan lockdown. Pasalnya, banyak perusahaan yang kehilangan pemasukan selama pandemi.

Trump mengatakan Pilpres 2020 merupakan penentuan masa depan ratusan juta warga AS. “Empat tahun lalu, kami melalui masa yang menggairahkan. Sekarang, jauh lebih menggairahkan. Terus terang saja, pilpres kali ini lebih penting. Ini akan menjadi sejarah dan momen besar bagi kami,” kata Trump, dikutip CNN.

Jika Trump menang untuk kedua kalinya, seluruh kebijakannya akan diteruskan. Upaya penanggulangan wabah Covid-19 tidak akan mengalami banyak perubahan, sekalipun mendapat kritikan tajam dari lawan politik dan ahli kesehatan. Pemerintahan Trump bahkan dituduh tidak memedulikan keselamatan masyarakat. (Baca juga: Kenali dan Jangan Remehkan Gejala Long Covid)

Ahli penyakit menular, Dr Anthony Fauci, mengatakan, kesehatan masyarakat sedang dipertaruhkan dan memerlukan upaya pencegahan yang lebih efektif. Metode herd immunity yang diusulkan penasihat Trump, Dr Scott Atlas, dinilai tidak akan berhasil di AS sebab merupakan negara dengan penduduk amat besar.

Namun, Trump menilai Covid-19 masih terkendali. Lebih dari 90% pasien juga dapat sembuh. Karena itu, warga AS yang sehat diimbau dapat memutar roda bisnis dan ekonomi, sedangkan mereka yang sakit diimbau beristirahat. Ekonomi AS juga mengalami pertumbuhan signifikan setelah anjlok pertengahan tahun ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!