Demonstran Bangladesh: Macron Teroris Terbesar di Dunia
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 18:12 WIB
Prancis menaikkan kewaspadaan keamanannya ke level tertinggi pada Kamis setelah seorang pria bersenjatakan pisau meneriakkan “Allahu akbar” memenggal kepala seorang wanita di satu gereja dan membunuh dua orang lagi sebelum ditembak dan dibawa pergi oleh polisi. (Lihat Infografis: Charlie Hebdo Kembali Berulah; Pajang Kartun Cabul Erdogan)
"Kami tidak akan memberikan dasar apa pun," kata Macron di luar gereja di kota Nice. (Lihat Video: Hawa Panas Keluar dari Lantai Mesjid, Gegerakan Warga di Tangerang)
Macron bersumpah akan mengerahkan ribuan tentara lagi untuk menjaga tempat-tempat seperti tempat ibadah dan sekolah.
“Prancis telah diserang atas nilai-nilai kami, untuk selera kami akan kebebasan, untuk kemampuan di tanah kami untuk memiliki kebebasan berkeyakinan," ujar Macron.
Sumber di peradilan Prancis mengatakan seorang pria berusia 47 tahun telah ditahan pada Kamis malam karena dicurigai melakukan kontak dengan pelaku serangan itu.
"Kami tidak akan memberikan dasar apa pun," kata Macron di luar gereja di kota Nice. (Lihat Video: Hawa Panas Keluar dari Lantai Mesjid, Gegerakan Warga di Tangerang)
Macron bersumpah akan mengerahkan ribuan tentara lagi untuk menjaga tempat-tempat seperti tempat ibadah dan sekolah.
“Prancis telah diserang atas nilai-nilai kami, untuk selera kami akan kebebasan, untuk kemampuan di tanah kami untuk memiliki kebebasan berkeyakinan," ujar Macron.
Sumber di peradilan Prancis mengatakan seorang pria berusia 47 tahun telah ditahan pada Kamis malam karena dicurigai melakukan kontak dengan pelaku serangan itu.
Lihat Juga :