Boikot Produk Prancis, Peluang Turki Gabung Uni Eropa Makin Jauh
Kamis, 29 Oktober 2020 - 10:25 WIB
Pada hari Senin lalu, Erdogan menyerukan kepada Turki untuk memboikot barang-barang Prancis dan mendesak para pemimpin Uni Eropa untuk menghentikan agenda "anti-Islam" Emmanuel Macron. Erdogan sebelumnya menyarankan Macron mejalani perawatan mental karena sikapnya terhadap Islam.
Menanggapi pernyataan Erdogan, Prancis menarik duta besarnya dari Turki, dan mengecam pernyataan kasar presiden Turki itu.
Polemik kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW memanas setelah guru sejarah di Prancis, Samuel Paty, 47, dipenggal pengungsi Chechnya berusia 18 tahun saat dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat dia mengajar di pinggiran Paris pada 16 Oktober. Paty dibunuh setelah dia mempertontonkan kartun tersebut kepada murid-muridnya dalam diskusi kebebasan berekspresi dan berbicara di kelas.
Erdogan mengutuk keras penerbitan dan penggunaan kartun yang menghina Nabi Muhammad, namun bungkam atas pemenggalan guru Samuel Paty.
Belum cukup, Charlie Hebdo kemudian menerbitkan edisi terbaru pada Rabu kemarin dengan sampul karikatur Erdogan berperilaku cabul. Karikatur atau kartun itu menggambarkan Erdogan berkaus putih dan bercelana dalam sedang menggenggam sekaleng bir sembari mengangkat rok wanita berjilbab untuk memperlihatkan pantat telanjangnya.
Menanggapi pernyataan Erdogan, Prancis menarik duta besarnya dari Turki, dan mengecam pernyataan kasar presiden Turki itu.
Polemik kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW memanas setelah guru sejarah di Prancis, Samuel Paty, 47, dipenggal pengungsi Chechnya berusia 18 tahun saat dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat dia mengajar di pinggiran Paris pada 16 Oktober. Paty dibunuh setelah dia mempertontonkan kartun tersebut kepada murid-muridnya dalam diskusi kebebasan berekspresi dan berbicara di kelas.
Erdogan mengutuk keras penerbitan dan penggunaan kartun yang menghina Nabi Muhammad, namun bungkam atas pemenggalan guru Samuel Paty.
Belum cukup, Charlie Hebdo kemudian menerbitkan edisi terbaru pada Rabu kemarin dengan sampul karikatur Erdogan berperilaku cabul. Karikatur atau kartun itu menggambarkan Erdogan berkaus putih dan bercelana dalam sedang menggenggam sekaleng bir sembari mengangkat rok wanita berjilbab untuk memperlihatkan pantat telanjangnya.
(min)
Lihat Juga :