Khamenei: Macron Bodoh, Menghina Nabi Muhammad Harusnya Jadi Kejahatan di Prancis

Kamis, 29 Oktober 2020 - 06:34 WIB
Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada anak-anak muda Prancis pada hari Rabu, Khamenei berkata; "Tanyakan kepada Presiden Anda mengapa dia mendukung penghinaan terhadap Utusan Tuhan atas nama kebebasan berekspresi."

"Apakah kebebasan berekspresi berarti menghina, terutama orang yang sakral?," lanjut Khamenei dalam sebuah tweet via akun Twitter-nya, @khamenei_ir, Rabu (28/10/2020). “Bukankah tindakan bodoh ini merupakan penghinaan terhadap alasan orang-orang yang memilihnya?.

Dia juga mengajukan pertanyaan tentang standar ganda yang jelas di Prancis terhadap agama yang berbeda. "Mengapa meragukan Holocaust merupakan kejahatan?, namun tidak melanggar hukum karena menghina Nabi Muhammad," lanjut dia. (Baca juga: Biarkan Penerbitan Kartun Nabi Muhammad, Politisi RI: Pikiran Macron Kerdil )

Guru sejarah, Samuel Paty, 47, dipenggal di pinggiran Paris pada 16 Oktober oleh pengungsi Chehchnya berusia 18 tahun. Pembunuhan brutal itu terjadi setelah Paty menunjukkan kartun karya Charlie Hebdo yang menghina Nabi Muhammad kepada para muridnya dalam diskusi kebebasan berekspresi di kelas.

Sebelumnya, pada hari Rabu, Malaysia menjadi negara terbaru dalam serangkaian negara Muslim yang mengutuk upaya untuk menghina Islam. Para pemimpin di Turki, Pakistan, Maroko, Iran, Mesir, Kuwait, Yordania dan Qatar termasuk di antara mereka yang mengkritik Macron dan mengambil tindakan, termasuk boikot terhadap produk-produk Prancis.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!