Prancis Bubarkan Salah Satu Lembaga Amal Muslim Terbesar di Negara Itu
Kamis, 29 Oktober 2020 - 02:02 WIB
Ketegangan semakin meningkat sejak pembunuhan seorang guru sekolah menengah, Samuel Patty, pada 16 Oktober. Patty memperlihatkan kartun yang menghina Nabi Muhammad di kelas. (Lihat Video: Kapal Pencuri Ikan Bendera Malaysia Dibakar dan Ditenggelamkan)
Kartun oleh majalah pekanan Prancis, Charlie Hebdo, itu juga diproyeksikan ke gedung-gedung di beberapa kota. (Lihat Infografis: Daftar Produk Prancis yang Berpotensi Diboikot Dunia Muslim)
Macron membela kartun itu, dengan mengatakan, “Prancis tidak akan menyerahkan kartun-kartun kami." Sikap Macron itu menyebabkan kemarahan di seluruh dunia Muslim.
Selain kecaman dari Turki, Iran, dan Pakistan, ada seruan memboikot produk Prancis, protes, serta serangan terhadap website-website Prancis.
Kartun oleh majalah pekanan Prancis, Charlie Hebdo, itu juga diproyeksikan ke gedung-gedung di beberapa kota. (Lihat Infografis: Daftar Produk Prancis yang Berpotensi Diboikot Dunia Muslim)
Macron membela kartun itu, dengan mengatakan, “Prancis tidak akan menyerahkan kartun-kartun kami." Sikap Macron itu menyebabkan kemarahan di seluruh dunia Muslim.
Selain kecaman dari Turki, Iran, dan Pakistan, ada seruan memboikot produk Prancis, protes, serta serangan terhadap website-website Prancis.
(sya)
Lihat Juga :