Prancis Bubarkan Salah Satu Lembaga Amal Muslim Terbesar di Negara Itu
Kamis, 29 Oktober 2020 - 02:02 WIB
Gedung lembaga amal Muslim BarakaCity di Prancis. Foto/Anadolu
PARIS - Di tengah gelombang protes dan kecaman menentang retorika anti-Islam di Prancis , Paris justru membubarkan BarakaCity.
BarakaCity adalah salah satu lembaga amal Muslim terbesar di Prancis . Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis Gerald Darmanin menginfirmasi tindakan itu di Twitter, dengan membagi rincian dekrit yang disepakati saat rapat Dewan Menteri.
Dia menuduh BarakaCity terkait dengan “gerakan Islam radikal” dan menuduhnya “melegitimasi serangan teroris.” BarakaCity menyangkal tuduhan tersebut.
Pada 14 Oktober, kepolisian menggerebek rumah Pendiri BarakaCity Idriss Sihamedi dan menahannya. Dia dibebaskan pada hari berikutnya.
Penggerebekan itu adalah salah satu dari banyak serangan yang terjadi di Prancis menyusul pengumuman Presiden Emmanuel Macron untuk memerangi "separatisme Islam" di negara itu, dalam pidato kontroversial.
Macron saat pidato itu menggambarkan Islam sebagai "agama yang mengalami krisis di seluruh dunia." (Baca Juga: Paris Mencekam dengan Ancaman Bom dan Temuan Tas Berisi Amunisi)
BarakaCity adalah salah satu lembaga amal Muslim terbesar di Prancis . Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis Gerald Darmanin menginfirmasi tindakan itu di Twitter, dengan membagi rincian dekrit yang disepakati saat rapat Dewan Menteri.
Dia menuduh BarakaCity terkait dengan “gerakan Islam radikal” dan menuduhnya “melegitimasi serangan teroris.” BarakaCity menyangkal tuduhan tersebut.
Pada 14 Oktober, kepolisian menggerebek rumah Pendiri BarakaCity Idriss Sihamedi dan menahannya. Dia dibebaskan pada hari berikutnya.
Penggerebekan itu adalah salah satu dari banyak serangan yang terjadi di Prancis menyusul pengumuman Presiden Emmanuel Macron untuk memerangi "separatisme Islam" di negara itu, dalam pidato kontroversial.
Macron saat pidato itu menggambarkan Islam sebagai "agama yang mengalami krisis di seluruh dunia." (Baca Juga: Paris Mencekam dengan Ancaman Bom dan Temuan Tas Berisi Amunisi)
Lihat Juga :