Erdogan Sukses Memosisikan Diri sebagai Pemimpin Negara Arab?
Rabu, 28 Oktober 2020 - 09:15 WIB
Dalam pandangan Sumantra Bose, penulis buku Secular States, Religious Politics, Erdogan memiliki karakteristik sama seperti Perdana Menteri (PM) Narendra Modi yang dijuluki sebagai "the men of destiny". Erdogan juga berusaha membuang jauh legasi Turki sebagai negara sekuler dengan menunjukkan identitas Turki dengan identitas nasional yakni Islam.
Mercier mengungkapkan, komentar Erdogan tentang kesehatan mental Macron merupakan suatu hal yang tidak perlu. “Itu menunjukkan bagaimana Erdogan mampu memanfaatkan situasi yang meledak,” katanya dilansir Sputnik.
Yang menjadi pertanyaannya, apakah langkah dia sudah menunjukkan hasil? Belum. Apa yang dilakukan Erdogan lebih bermain pada tataran retorika semata. Dibutuhkan konsolidasi kuat lintas negara untuk bisa menjadi pemimpin umat Islam dan pemimpin negara-negara Arab. Faktor sumber daya menjadi faktor penting karena imbalan menjadi hal penting karena diplomasi bantuan ekonomi menjadi hal penting di dunia Arab. (Baca juga: Wisata Lokal Akan Jadi Primadona)
Berkaitan dengan bantuan ekonomi, Arab Saudi masih menjuara sebagai pemimpin dunia Muslim. Riyadh kerap memberikan bantuan keuangan kepada negara Islam untuk menjaga kepentingannya. Bersama dengan Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam (OKI), Saudi juga berusaha membangun perdamaian di Timur Tengah dan mempertahankan harmoni di dunia Arab.
Namun, kenapa Erdogan sangat yakin kalau Turki bisa memimpin dunia Muslim? Erdogan mengungkapkan, Turki memiliki kekayaan budaya baik sejarah maupun geografis yang mampu memimpin dunia Islam. "Turki juga mampu memelihara keragaman kepercayaan dalam kedamaian selama berabad-abad. Dana hanya Turki yang bisa memimpin dunia islam," katanya dilansir Yeni Safak. (Lihat videonya: Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Kembali Turun ke Jalan)
Dunia Islam, menurut Erdogan, juga harus menunjukkan persatuan dan kepemimpinan. Itu bisa diwujudkan dengan kerja sama dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi dunia Islam. "Kita harus fokus untuk proyek yang bisa mewujudkan potensi kita baik pertahanan, energi, dan teknologi serta keuangan," papar Erdogan dilansir Daily Sabah. (Andika H Mustaqim)
Mercier mengungkapkan, komentar Erdogan tentang kesehatan mental Macron merupakan suatu hal yang tidak perlu. “Itu menunjukkan bagaimana Erdogan mampu memanfaatkan situasi yang meledak,” katanya dilansir Sputnik.
Yang menjadi pertanyaannya, apakah langkah dia sudah menunjukkan hasil? Belum. Apa yang dilakukan Erdogan lebih bermain pada tataran retorika semata. Dibutuhkan konsolidasi kuat lintas negara untuk bisa menjadi pemimpin umat Islam dan pemimpin negara-negara Arab. Faktor sumber daya menjadi faktor penting karena imbalan menjadi hal penting karena diplomasi bantuan ekonomi menjadi hal penting di dunia Arab. (Baca juga: Wisata Lokal Akan Jadi Primadona)
Berkaitan dengan bantuan ekonomi, Arab Saudi masih menjuara sebagai pemimpin dunia Muslim. Riyadh kerap memberikan bantuan keuangan kepada negara Islam untuk menjaga kepentingannya. Bersama dengan Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam (OKI), Saudi juga berusaha membangun perdamaian di Timur Tengah dan mempertahankan harmoni di dunia Arab.
Namun, kenapa Erdogan sangat yakin kalau Turki bisa memimpin dunia Muslim? Erdogan mengungkapkan, Turki memiliki kekayaan budaya baik sejarah maupun geografis yang mampu memimpin dunia Islam. "Turki juga mampu memelihara keragaman kepercayaan dalam kedamaian selama berabad-abad. Dana hanya Turki yang bisa memimpin dunia islam," katanya dilansir Yeni Safak. (Lihat videonya: Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Kembali Turun ke Jalan)
Dunia Islam, menurut Erdogan, juga harus menunjukkan persatuan dan kepemimpinan. Itu bisa diwujudkan dengan kerja sama dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi dunia Islam. "Kita harus fokus untuk proyek yang bisa mewujudkan potensi kita baik pertahanan, energi, dan teknologi serta keuangan," papar Erdogan dilansir Daily Sabah. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :