NATO Nyatakan akan Tetap Pertahankan Pasukan di Irak
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:48 WIB
NATO sempat menghentikan misi pelatihannya di Irak, setelah meningkatnya sentimen anti-Amerika Serikat (AS) pasca pembunuhan Qassem Soleimani pada bulan Januari dalam serangan udara AS di dekat Baghdad. ( Baca juga: Kanada Minta NATO Lacak Pergerakan China di Laut China Selatan )
Selain karena sentimen AS meningkat, Stoltenberg mengatakan, pandemi Covid-19 juga memaksa aliansi untuk mengurangi personel awal tahun ini. Namun, jelasnya, misi tersebut telah kembali ke kapasitas penuh.
Di kesempatan yang sama, dia juga menyinggung mengenai masalah Afghanistan. Di mana, Stoltenberg mendesak Taliban untuk mengurangi tingkat kekerasan yang tidak dapat diterima dan memutuskan hubungan dengan kelompok kekerasan.
Dia juga mengatakan, belum ada kepastian bahwa AS dan mitra internasionalnya akan tarik diri dari Afghanistan. Pernyataan ini dikhawatirkan akan berdampak pada negosiasi perdamaian antara pemerintah Afghanistan dan gerilyawan Taliban.
Stoltenberg menyebut pemahaman asli kedua belah pihak adalah bahwa Washington tidak akan sepenuhnya menarik diri sebelum kesepakatan solid antara kedua belah pihak tercapai.
Selain karena sentimen AS meningkat, Stoltenberg mengatakan, pandemi Covid-19 juga memaksa aliansi untuk mengurangi personel awal tahun ini. Namun, jelasnya, misi tersebut telah kembali ke kapasitas penuh.
Di kesempatan yang sama, dia juga menyinggung mengenai masalah Afghanistan. Di mana, Stoltenberg mendesak Taliban untuk mengurangi tingkat kekerasan yang tidak dapat diterima dan memutuskan hubungan dengan kelompok kekerasan.
Dia juga mengatakan, belum ada kepastian bahwa AS dan mitra internasionalnya akan tarik diri dari Afghanistan. Pernyataan ini dikhawatirkan akan berdampak pada negosiasi perdamaian antara pemerintah Afghanistan dan gerilyawan Taliban.
Stoltenberg menyebut pemahaman asli kedua belah pihak adalah bahwa Washington tidak akan sepenuhnya menarik diri sebelum kesepakatan solid antara kedua belah pihak tercapai.
Lihat Juga :