Bom Bunuh Diri Hantam Pusat Pendidikan di Kabul, 18 Tewas

Minggu, 25 Oktober 2020 - 09:22 WIB
"Berapa banyak lagi yang bisa kita tahan, sebagai individu dan sebagai masyarakat? Berapa kali kita bisa bangkit?" tanya Shaharzad Akbar, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan di Twitter, mengatakan penargetan warga sipil adalah kejahatan perang.

Seorang juru bicara Taliban di Twitter membantah bertanggung jawab atas serangan itu, yang terjadi pada saat yang sensitif ketika tim yang mewakili pemberontak dan Pemerintah bertemu di Qatar untuk mencari kesepakatan damai.(Baca juga: AS dan Taliban Saling Tuduh Soal Pelanggaran Perjanjian )

ISIS mengaku bertanggung jawab dalam sebuah pernyataan di Telegram, tanpa memberikan bukti.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!