China Tembakkan Lusinan Rudal di Laut China Selatan
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 03:13 WIB
CCTV, melalui akun Weibo-nya,juga merilis rekaman tentara memuat beberapa rudal ke jet tempur tak dikenal dan senjata yang dikeluarkan dari pesawat perang. Manuver misil tersebut diklaim bertujuan untuk menguji "kinerja persenjataan" pasukan dalam lingkungan perang nyata.
Manuver militer China berlangsung pada saat ketegangan yang memanas antara China dan Taiwan—wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri, namun masih dianggap Beijing sebagai bagian dari China.
Beijing telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer sejak pemilihan Presiden Taiwan tahun 2016 yang dimenangkan Tsai Ing-wen.
Peningkatan jangkauan Washington ke Taiwan di bawah Presiden Donald Trump telah menjadi titik nyala lain dengan Beijing, ketika AS dan China bentrok karena berbagai masalah seperti perdagangan, persaingan teknologi, hak asasi manusia hingga pandemi virus corona. (Baca: Xi Jinping: China Harus Bangun Tentara Kelas Dunia )
Presiden China pada 13 Oktober lalu mengatakan kepada pasukan Angkatan Laut-nya; "Untuk memfokuskan semua pikiran dan energi (Anda) guna mempersiapkan perang dan menjaga tingkat kewaspadaan yang tinggi."
Beberapa hari sebelumnya, China mengancam akan mengambil alih Taiwan dengan merilis rekaman tentaranya "merebut sebuah pulau". Dalam video yang dirilis oleh CCTV pada 10 Oktober, pasukan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) terlihat mensimulasikan serangan di pulau tak dikenal selama latihan militer skala besar.
Manuver militer China berlangsung pada saat ketegangan yang memanas antara China dan Taiwan—wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri, namun masih dianggap Beijing sebagai bagian dari China.
Beijing telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer sejak pemilihan Presiden Taiwan tahun 2016 yang dimenangkan Tsai Ing-wen.
Peningkatan jangkauan Washington ke Taiwan di bawah Presiden Donald Trump telah menjadi titik nyala lain dengan Beijing, ketika AS dan China bentrok karena berbagai masalah seperti perdagangan, persaingan teknologi, hak asasi manusia hingga pandemi virus corona. (Baca: Xi Jinping: China Harus Bangun Tentara Kelas Dunia )
Presiden China pada 13 Oktober lalu mengatakan kepada pasukan Angkatan Laut-nya; "Untuk memfokuskan semua pikiran dan energi (Anda) guna mempersiapkan perang dan menjaga tingkat kewaspadaan yang tinggi."
Beberapa hari sebelumnya, China mengancam akan mengambil alih Taiwan dengan merilis rekaman tentaranya "merebut sebuah pulau". Dalam video yang dirilis oleh CCTV pada 10 Oktober, pasukan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) terlihat mensimulasikan serangan di pulau tak dikenal selama latihan militer skala besar.
Lihat Juga :