Bahas Soal China, Pompeo Sambangi Indonesia dan Asia Selatan

Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:19 WIB
Asia Tenggara adalah wilayah yang paling terpengaruh oleh klaim teritorial China dan militerisasi fitur tanah yang disengketakan di Laut China Selatan.

Enam pemerintah Asia Tenggara — Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam — memiliki klaim teritorial atau batas laut di Laut China Selatan yang tumpang tindih dengan China.

Meskipun Indonesia tidak dipandang sebagai pihak dalam sengketa Laut China Selatan, Indonesia dalam beberapa kesempatan mendeteksi kapal penangkap ikan atau penjaga pantai China di zona ekonomi eksklusifnya di lepas Kepulauan Natuna di Laut China Selatan.

Dia menambahkan pertemuannya juga akan termasuk diskusi tentang bagaimana negara-negara bebas dapat bekerja sama untuk menggagalkan ancaman yang ditimbulkan oleh Partai Komunis China.

Di India, Pompeo dan Menteri Pertahanan AS Mark Esper akan bergabung dengan rekan-rekan mereka untuk Dialog Kementerian 2+2 tahunan AS-India yang ketiga. Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembicaraan akan ditujukan untuk memajukan kemitraan strategis AS-India dan memperluas kerja sama keamanan.(Baca juga: Esper: Rusia-China Coba Rebut Posisi Pemimpin Militer Dunia Milik AS )

Kedua negara juga akan meletakkan dasar untuk penandatanganan Perjanjian Pertukaran dan Kerja Sama Dasar untuk Kerja Sama Geospasial atau BECA, yang dipandang sebagai kesepakatan strategis akhir yang mengarah pada hubungan keamanan yang lebih dekat.

Washington dan New Delhi juga memperluas kerja sama perdagangan pertahanan mereka. India meningkatkan pembelian peralatan pertahanannya dari AS, dari hampir nol pada tahun 2008 jadi pertumbuhan yang tajam lebih dari USD20 miliar pada akhir tahun 2020.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!