Upaya Sediakan Vaksin Covid-19 untuk Warga Miskin Hadapi Tembok Tebal

Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:00 WIB
Tujuan COVAX adalah membeli 2 miliar dosis pada akhir tahun 2021, meskipun belum jelas apakah vaksin yang berhasil akan membutuhkan satu atau dua dosis untuk 7,8 miliar orang di dunia. Negara-negara yang ikut serta dalam proyek ini dapat membeli vaksin dari COVAX atau mendapatkannya secara gratis, jika diperlukan.

Satu masalah awal yang muncul, yakni beberapa negara terkaya di dunia menegosiasikan kesepakatan mereka sendiri secara langsung dengan perusahaan obat. Artinya mereka tidak perlu berpartisipasi sama sekali dalam upaya tersebut. China, Prancis, Jerman, Rusia, dan AS tidak berniat untuk bergabung.

Uni Eropa (UE) telah menyumbang USD 469 juta untuk mendukung COVAX, tetapi blok 27 negara tidak akan menggunakannya untuk membeli vaksin, dalam apa yang beberapa orang lihat sebagai mosi tidak percaya pada kemampuan proyek tersebut. Sebaliknya, UE telah menandatangani kesepakatannya sendiri untuk membeli lebih dari 1 miliar dosis, merampas COVAX dari kekuatan negosiasi massal untuk membeli vaksin untuk masyarakat Eropa.

GAVI, WHO, dan CEPI mengumumkan pada bulan September bahwa negara-negara yang mewakili dua pertiga populasi dunia telah bergabung dengan COVAX, tetapi mereka mengakui bahwa mereka masih membutuhkan sekitar USD 400 juta lebih banyak dari pemerintah atau organisasi lain. Tanpanya, GAVI tidak dapat menandatangani perjanjian untuk membeli vaksin.

(Baca: Penemuan Vaksin Covid-19 Tak Langsung Pulihkan Ekonomi Nasional )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!