Upaya Sediakan Vaksin Covid-19 untuk Warga Miskin Hadapi Tembok Tebal
Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:00 WIB
Ilustrasi
JENEWA - Sebuah proyek kemanusiaan yang ambisius, mengirimkan vaksin Covid-19 untuk warga miskin di dunia menghadapi tembok tebal. Proyek ini berpotensi kekurangan uang, pesawat kargo, pendingin dan vaksin itu sendiri.
Dalam salah satu kendala terbesar, negara-negara kaya telah mengunci sebagian besar pasokan vaksin potensial dunia hingga tahun 2021. Sementara Amerika Serikat (AS) serta beberapa negara lainnya menolak untuk bergabung dengan proyek yang disebut COVAX tersebut.
(Baca: BPOM Klaim Tidak Ada Efek Samping Serius dari Hasil Uji Vaksin Corona )
COVAX dianggap sebagai cara memberi negara akses ke vaksin virus Corona, terlepas dari kekayaan mereka. Proyek itu dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), GAVI, aliansi publik-swasta yang sebagian didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).
Dalam salah satu kendala terbesar, negara-negara kaya telah mengunci sebagian besar pasokan vaksin potensial dunia hingga tahun 2021. Sementara Amerika Serikat (AS) serta beberapa negara lainnya menolak untuk bergabung dengan proyek yang disebut COVAX tersebut.
(Baca: BPOM Klaim Tidak Ada Efek Samping Serius dari Hasil Uji Vaksin Corona )
COVAX dianggap sebagai cara memberi negara akses ke vaksin virus Corona, terlepas dari kekayaan mereka. Proyek itu dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), GAVI, aliansi publik-swasta yang sebagian didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).
Lihat Juga :