Pelaku Pemenggalan Kepala Guru di Prancis Sempat Teriakkan Takbir
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 03:24 WIB
Sebuah utas Twitter yang diposting pada 9 Oktober berisi tuduhan bahwa seorang guru sejarah di Conflans Sainte-Honorine telah menunjukkan kartun kepada murid-muridnya yang dimaksudkan untuk menggambarkan Nabi Muhammad.
Utas berisi video seorang pria yang mengatakan putrinya, seorang Muslim, adalah salah satu murid di kelas. Ia pun mengaku terkejut dan kesal dengan tindakan gurunya itu.(Lihat video: Bali Tuan Rumah Forum Penanganan Bencana Internasional 2022 )
Pria dalam video tersebut mendesak pengguna Twitter untuk mengadu kepada pihak berwenang dan meminta guru tersebut dicopot dari posisinya. Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian video tersebut secara independen.
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Darmanin mengatakan dia telah mendirikan pusat krisis untuk menangani serangan tersebut.
Insiden itu mengingatkan kembali serangan lima tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo . Majalah tersebut telah menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, memicu persoalan yang masih menimbulkan masalah di masyarakat Prancis.
Prancis selama beberapa tahun terakhir telah menyaksikan serangkaian serangan kekerasan oleh militan Islam, termasuk serangan Charlie Hebdo 2015, dan pemboman serta penembakan pada November 2015 di teater Bataclan dan situs-situs di sekitar Paris yang menewaskan 130 orang.
Utas berisi video seorang pria yang mengatakan putrinya, seorang Muslim, adalah salah satu murid di kelas. Ia pun mengaku terkejut dan kesal dengan tindakan gurunya itu.(Lihat video: Bali Tuan Rumah Forum Penanganan Bencana Internasional 2022 )
Pria dalam video tersebut mendesak pengguna Twitter untuk mengadu kepada pihak berwenang dan meminta guru tersebut dicopot dari posisinya. Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian video tersebut secara independen.
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Darmanin mengatakan dia telah mendirikan pusat krisis untuk menangani serangan tersebut.
Insiden itu mengingatkan kembali serangan lima tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo . Majalah tersebut telah menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, memicu persoalan yang masih menimbulkan masalah di masyarakat Prancis.
Prancis selama beberapa tahun terakhir telah menyaksikan serangkaian serangan kekerasan oleh militan Islam, termasuk serangan Charlie Hebdo 2015, dan pemboman serta penembakan pada November 2015 di teater Bataclan dan situs-situs di sekitar Paris yang menewaskan 130 orang.
Lihat Juga :