AFRICOM: Kelompok Al Shabaab Ancaman di Masa Depan Bagi AS
Kamis, 15 Oktober 2020 - 02:09 WIB
Di Somalia, 650 hingga 800 tentara Amerika membantu melatih pasukan Somalia, memantau al-Shabaab, melakukan pembagian intelijen, dan kegiatan bantuan keamanan lainnya.
Tetapi memiliki pasukan di belahan dunia yang jauh tidak sesuai dengan doktrin Trump. Berita tentang keinginan Trump untuk menarik pasukan AS dari Somalia pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, pada Selasa lalu.
Pasukan AFRICOM telah menjadi bagian dari upaya internasional untuk memperkuat lembaga keamanan Somalia sejak 2008.
Karns menolak untuk berspekulasi tentang potensi risiko menarik pasukan, tetapi mengindikasikan itu jelas merupakan keuntungan bagi kelompok teroris.
"Pengurangan bantuan internasional untuk al Shabaab tentu bisa membawa al-Shabaab elemen bantuan dan kesempatan untuk merekrut, memicu propaganda, dan berpotensi tumbuh lebih kuat," ujarnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Examiner menyusul serangan drone AFRICOM ke-30 di Somalia pada musim semi ini, pakar CSIS Afrika Judd Devermont mengatakan serangan drone menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi, tetapi mereka tidak membangun institusi yang langgeng dan militer yang mampu.
Tetapi memiliki pasukan di belahan dunia yang jauh tidak sesuai dengan doktrin Trump. Berita tentang keinginan Trump untuk menarik pasukan AS dari Somalia pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, pada Selasa lalu.
Pasukan AFRICOM telah menjadi bagian dari upaya internasional untuk memperkuat lembaga keamanan Somalia sejak 2008.
Karns menolak untuk berspekulasi tentang potensi risiko menarik pasukan, tetapi mengindikasikan itu jelas merupakan keuntungan bagi kelompok teroris.
"Pengurangan bantuan internasional untuk al Shabaab tentu bisa membawa al-Shabaab elemen bantuan dan kesempatan untuk merekrut, memicu propaganda, dan berpotensi tumbuh lebih kuat," ujarnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Examiner menyusul serangan drone AFRICOM ke-30 di Somalia pada musim semi ini, pakar CSIS Afrika Judd Devermont mengatakan serangan drone menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi, tetapi mereka tidak membangun institusi yang langgeng dan militer yang mampu.
Lihat Juga :