Rusia Klaim Swedia Tertarik dengan Vaksin Virus Corona Sputnik V
Selasa, 13 Oktober 2020 - 21:38 WIB
"Saya berharap sinyal positif yang tercetak di pers Swedia mengenai kemungkinan minat Stockholm untuk bekerja sama di bidang ini akan segera diterjemahkan menjadi tanggapan resmi ke Rusia," harap Tatarintsev.
Pada 11 Agustus, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin virus Corona bernama Sputnik V, yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology dari Kementerian Kesehatan Rusia. Suntikan vaksin itu lolos uji klinis pada Juni-Juli.
Vaksin ini didasarkan pada platform yang sudah dikenal yang digunakan untuk membuat sejumlah suntikan lain. Kementerian Kesehatan Rusia menggarisbawahi bahwa dilihat dari pengalaman menggunakan vaksin tersebut, mereka mampu memberikan kekebalan jangka panjang hingga dua tahun.
Menurut Kirill Dmitriev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Rusia menerima aplikasi awal untuk memasok lebih dari satu miliar dosis vaksin terobosan Rusia dari 20 negara. Dia mencatat bahwa negara-negara Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia paling tertarik untuk membelinya, sementara sejumlah kontrak telah diselesaikan.(Baca juga: WHO Sebut Vaksin Covid-19 Kemungkinan Siap Pada Akhir Tahun )
Pada 11 Agustus, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin virus Corona bernama Sputnik V, yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology dari Kementerian Kesehatan Rusia. Suntikan vaksin itu lolos uji klinis pada Juni-Juli.
Vaksin ini didasarkan pada platform yang sudah dikenal yang digunakan untuk membuat sejumlah suntikan lain. Kementerian Kesehatan Rusia menggarisbawahi bahwa dilihat dari pengalaman menggunakan vaksin tersebut, mereka mampu memberikan kekebalan jangka panjang hingga dua tahun.
Menurut Kirill Dmitriev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Rusia menerima aplikasi awal untuk memasok lebih dari satu miliar dosis vaksin terobosan Rusia dari 20 negara. Dia mencatat bahwa negara-negara Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia paling tertarik untuk membelinya, sementara sejumlah kontrak telah diselesaikan.(Baca juga: WHO Sebut Vaksin Covid-19 Kemungkinan Siap Pada Akhir Tahun )
(ber)
Lihat Juga :