Jepang Desak China Tarik Kapal Perang dari Perairan Kepulauan Senkaku

Selasa, 13 Oktober 2020 - 18:54 WIB
"Melalui saluran diplomatik di Tokyo dan Beijing, kami terus mengulangi protes keras kami. Kami menuntut agar (kapal China) berhenti mendekati kapal penangkap ikan Jepang dan meninggalkan perairan teritorial negara kami secepat mungkin," ucapnya.

Insiden terbaru ini sendiri mirip dengan yang terjadi sebelumnya pada bulan Juli, di mana ketika kapal-kapal China tetap berada di perairan teritorial Jepang di dekat Kepulauan Senkaku selama lebih dari 39 jam.

Baik Jepang dan China telah memperluas klaim teritorial atas Kepulauan Senkaku. Jepang menegaskan kedaulatannya atas pulau-pulau tersebut, berlaku sejak 1895, sementara China menunjuk pada peta Jepang tahun 1783 dan 1785 yang menunjuk pulau-pulau itu sebagai wilayah China.

Setelah Perang Dunia Kedua, Kepulauan Senkaku berada di bawah kendali Amerika Serikat dan kemudian diserahkan ke Jepang, pada tahun 1972. Jepang percaya bahwa klaim kedaulatan China atas pulau-pulau tersebut mengikuti penemuan mineral berharga di wilayah tersebut mereka pada tahun 1970-an.

Sengketa wilayah meningkat pada tahun 2012, ketika pemerintah Jepang membeli tiga dari lima pulau dari pemilik pribadi, sehingga membentuk kepemilikan kedaulatan. ( Baca juga: Buntut Parade Militer Korut, Jepang akan Tingkatkan Sistem Pertahanan Rudal )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!