Pemimpin Taiwan Berharap Ketegangan dengan China Berkurang

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 18:52 WIB
China telah mengirim pesawat tempur dan kapal ke daerah-daerah di bawah kendali Taiwan, mendorong angkatan udara pulau itu untuk menerbang jet-jetnya dengan tempo lebih cepat daripada sebelumnya.

"Untuk beberapa waktu sekarang, gangguan melalui udara dan laut dari sisi lain telah meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan," ujar Tsai, menambahkan bahwa Taiwan tidak akan menunjukkan kelemahan atau bertindak gegabah.

“Kami berkomitmen untuk menegakkan stabilitas lintas selat, tetapi ini bukan sesuatu yang dapat dipikul Taiwan sendirian; ini adalah tanggung jawab bersama dari kedua belah pihak," imbuhnya.

"Selama otoritas Beijing bersedia untuk menyelesaikan antagonisme dan meningkatkan hubungan lintas selat, sementara paritas dan martabat dipertahankan, kami bersedia bekerja sama untuk memfasilitasi dialog yang bermakna," tegasnya.

Ia mengatakan pendekatan semacam itu dibangun di atas konsensus lintas partai, anggukan kepada oposisi utama Partai Nasionalis, yang meskipun secara resmi menganjurkan penyatuan dengan China telah meremehkan sikap itu dalam upaya untuk membendung kekalahan elektoral.

Kampanye isolasi China telah membuat Taiwan dikecualikan dari pertemuan internasional dan mengurangi jumlah sekutu diplomatiknya menjadi hanya 15, meskipun Taiwan menikmati dukungan informal yang kuat dari Amerika Serikat (AS), Jepang, dan negara-negara demokrasi besar lainnya. (Baca juga: Waswas Agresi China, AS Ancam Daratkan Kapal-kapal Amfibi ke Taiwan )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!