Perang Armenia-Azerbaijan: 300 Lebih Tewas dan Ribuan Orang Mengungsi
Rabu, 07 Oktober 2020 - 22:55 WIB
Perang Armenia-Azerbaikan telah menewaskan lebih dari 300 oran dan ribuan lainnya mengungsi. Foto/Ilustrasi/Sindonews
STEPANAKERT - Pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagorno Karabakh yang memisahkan diri memasuki hari ke-11, Rabu (7/10/2020), tanpa ada tanda-tanda gencatan senjata. Lebih dari 300 orang dilaporkan telah tewas sejak perselihan yang telah lama meletus dalam kekerasan pada 27 September lalu.
Kedua negara telah memperdebatkan kepemilikan daerah kantong pegunungan itu sejak merdeka dengan pecahnya bekas Uni Soviet. Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan , tetapi telah dijalankan secara mandiri oleh dan sebagian besar dihuni oleh etnis Armenia .
Seorang pejabat dari pemerintah daerah mengatakan bahwa pertempuran telah mendorong setengah dari penduduk sipil Nagorno-Karabakh meninggalkan rumah mereka.
"Menurut perkiraan awal kami, sekitar 50% populasi Karabakh dan 90% wanita dan anak-anak - atau sekitar 70.000-75.000 orang - telah mengungsi," kata ombudsman hak pemerintahan Nagorno-Karabakh Artak Beglaryan, kepada kantor berita AFP yang dinukil CBS.
Pertempuran di wilayah Kaukasus itu telah mengakhiri 25 tahun kedamaian relatif, dituangkan oleh gencatan senjata yang ditengahi untuk mengakhiri perang mematikan antara dua negara bekas republik Soviet di Nagorno-Karabakh pada tahun 1990-an.
Kedua negara telah memperdebatkan kepemilikan daerah kantong pegunungan itu sejak merdeka dengan pecahnya bekas Uni Soviet. Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan , tetapi telah dijalankan secara mandiri oleh dan sebagian besar dihuni oleh etnis Armenia .
Seorang pejabat dari pemerintah daerah mengatakan bahwa pertempuran telah mendorong setengah dari penduduk sipil Nagorno-Karabakh meninggalkan rumah mereka.
"Menurut perkiraan awal kami, sekitar 50% populasi Karabakh dan 90% wanita dan anak-anak - atau sekitar 70.000-75.000 orang - telah mengungsi," kata ombudsman hak pemerintahan Nagorno-Karabakh Artak Beglaryan, kepada kantor berita AFP yang dinukil CBS.
Pertempuran di wilayah Kaukasus itu telah mengakhiri 25 tahun kedamaian relatif, dituangkan oleh gencatan senjata yang ditengahi untuk mengakhiri perang mematikan antara dua negara bekas republik Soviet di Nagorno-Karabakh pada tahun 1990-an.
Lihat Juga :