Sebut Islam dalam Krisis, Erdogan Cela Macron

Rabu, 07 Oktober 2020 - 00:23 WIB
Turki dan Prancis adalah sekutu di NATO tetapi telah berselisih mengenai sejumlah masalah, dari kebijakan mereka di Suriah dan Libya hingga perselisihan mengenai eksplorasi hidrokarbon Ankara dan yurisdiksi maritim di Mediterania timur.

Erdogan dan Macron membahas ketidaksepakatan dan hubungan bilateral selama pembicaraan telepon bulan lalu, menyusul ketegangan berminggu-minggu di Mediterania timur. Kedua pria itu sepakat untuk meningkatkan hubungan dan menjaga saluran komunikasi tetap terbuka.

Namun, Erdogan mengatakan bahwa Macron telah mengabaikan persetujuan mereka dengan komentarnya, menambahkan bahwa memberi label Muslim di Prancis sebagai separatis akan menyebabkan "konflik besar".(Baca juga: Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi )

"Saat kami sepakat untuk meningkatkan hubungan dan dialog kami sekitar seminggu atau 10 hari yang lalu, lihat seberapa cepat dia melupakan ini," ujar Erdogan.

"Dia membuat pernyataan ini tepat setelah (panggilan kami) menunjukkan betapa dia harus menunjukkan rasa hormat," tukasnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!