Jadi Negara Adidaya, Presiden Xi Jinping Perkuat Geopolitik China

Kamis, 01 Oktober 2020 - 12:15 WIB
“Bagi mereka yang tidak berniat berlaku agresif tidak perlu khawatir atau takut,” ujar Juru Bicara (Jubir) Kemlu China Hua Chunying kepada awak media di Beijing, China, dikutip Reuters. “Kami berharap pihak terkait dapat melihat sistem militer ini secara objektif dan tenang,” sambung diplomat perempuan China itu. (Baca juga: Bantu Guru PJJ, Kemendikbud Luncurkan Program Guru Belajar)

Pakar Laut China Selatan dari Washington Center for Strategic and International Studies think-tank, Greg Poling, mengatakan penerjunan misil di Laut China Selatan penting bagi China untuk mempertahankan kedaulatannya. “Dan itu akan menjadi misil pertama di Spratly, baik darat ke udara atau anti-kapal,” terang Poling.

Poling menambahkan penerjunan sistem pertahanna militer seperti itu sudah diduga akan dilakukan China di Laut China Selatan mengingat China membangun fasilitas militer dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menyusun pertahanan militer mulai dari terumbu karang hingga Woody Island di sebelah bagian utara.

Menurut Poling, penerjunan misil itu akan menjadi langkah besar yang menentukan ambisi China untuk mendominasi Laut China Selatan, yang juga merupakan sebuah rute perdagangan global. “Sebelumnya, jika Anda merupakan salah satu pengklaim, Anda tahu bahwa China telah mengawasi setiap langkah yang kau lakukan,”

Saat ini, setiap negara pengklaim yang berseteru dengan China di Laut China Selatan berada di dalam wilayah penembakkan misil. Hal itu, kata Poling, akan memberikan dampak yang sangat besar dalam memukul mundur lawan karena ancamannya serius. “Secara implisit, misil tersebut memberikan pesan yang kuat,” katanya. (Baca juga: RUU Kejaksaan Dinilai Ingin Jadikan Jaksa Superbody)

CNBC melaporkan YJ-12B, misil anti-kapal, dapat menghancurkan kapal musuh dengan jarak mencapai 295 nautical miles. Sementara misil jarak jauh HQ-9B yang biasanya digunakan untuk menembak jatuh pesawat terbang atau misil musuh dapat ditembakkan hingga 160 nautical miles. Keduanya dilengkapi teknologi pendukung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!