Dibombardir Artileri Azerbaijan, Pasukan Armenia Menangis Ingin Pulang
Kamis, 01 Oktober 2020 - 09:56 WIB
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa sekitar 320 tentara bayaran Suriah telah diangkut ke Azerbaijan oleh perusahaan keamanan Turki. Tetapi mereka menambahkan bahwa milisi kelahiran Armenia di Suriah juga telah diangkut ke Armenia untuk bergabung dalam pertempuran tersebut.
Meski demikian, penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan; Ilnur Cervik; menyangkal laporan semacam itu. (Baca: Intelijen AS: Israel Kirim Senjata ke Azerbaijan saat Perang dengan Armenia )
"Kami tidak merekrut siapa pun. Di mana bukti bahwa kami merekrut orang-orang ini bersama dengan oposisi Suriah yang mengirim mereka Azerbaijan? Ini sama sekali tidak benar," katanya.
Pada hari Rabu, Kementerian Pertahanan Azerbaijan menerbitkan rekaman video tentang apa yang dikatakannya sebagai penghancuran dua tank musuh dan mengatakan satu batalion Armenia telah melarikan diri dari daerah sekitar Tonashen.
Sedangkan laporan militer Armenia mengatakan tiga warga sipil tewas dalam serangan udara Azerbaijan di kota Martakert di Nagorno-Karabakh. Kantor berita negara Armenia, Armenpress, mengatakan tujuh warga sipil dan 80 personel militer telah tewas sejak pertempuran dimulai.
Meski demikian, penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan; Ilnur Cervik; menyangkal laporan semacam itu. (Baca: Intelijen AS: Israel Kirim Senjata ke Azerbaijan saat Perang dengan Armenia )
"Kami tidak merekrut siapa pun. Di mana bukti bahwa kami merekrut orang-orang ini bersama dengan oposisi Suriah yang mengirim mereka Azerbaijan? Ini sama sekali tidak benar," katanya.
Pada hari Rabu, Kementerian Pertahanan Azerbaijan menerbitkan rekaman video tentang apa yang dikatakannya sebagai penghancuran dua tank musuh dan mengatakan satu batalion Armenia telah melarikan diri dari daerah sekitar Tonashen.
Sedangkan laporan militer Armenia mengatakan tiga warga sipil tewas dalam serangan udara Azerbaijan di kota Martakert di Nagorno-Karabakh. Kantor berita negara Armenia, Armenpress, mengatakan tujuh warga sipil dan 80 personel militer telah tewas sejak pertempuran dimulai.
Lihat Juga :