10 Pertempuran Udara Paling Sengit dalam Sejarah

Minggu, 04 Oktober 2020 - 05:55 WIB
Komandan korps, Letnan Jenderal Grigory Petrovich Kotov, juga tewas dalam serangan ini. Peristiwa ini adalah satu-satunya aksi pertempuran besar antara AS dan Uni Soviet. Menurut data AS kehilangan 7 pesawat dan Soviet kehilangan 3 pesawat dalam pertempuran Nis. (Baca juga: Tugu Muda, Wongsonegoro dan Pertempuran 5 Hari Semarang)

4. Black Tuesday, Perang Korea



Pihak yang terlibat : Sekutu/Korea Selatan Vs Uni Soviet/Korea Utara


Jumlah korban : 6 pesawat pembom dan pesawat tempur jatuh (AS), 4 pesawat MiG jatuh (Korea Utara)

Black Tuesday Over Namsi mengisahkan misi pemboman sekutu di siang hari menggunakan B-29 yang diterbangkan oleh Wing Bombardment ke-307 pada 23 Oktober 1951 menuju sasaran Lapangan Udara Namsi, sebuah lapangan terbang Korea Utara yang sedang dibangun di jantung MiG Alley. Banyak ahli menganggap peristiwa ini adalah pertempuran udara paling epik selama Perang Korea (1950-1953) dan dengan keterlibatan jet terbesar dalam sejarah perang udara.

Dalam pertempuran sengit selama 20 menit, sebanyak enam pembom dan pesawat AS dilaporkan ditembak jatuh. Sementara AS mengklaim mampu menjatuhkan empat pesawat MiG Rusia milik Korea Utara. (Baca juga: Korsel Bantah Pasukannya Terobos Wilayah Korut untuk Cari Jasad Pejabatnya)

5. Pertempuran El Mansoura



Pihak yang terlibat : Mesir Vs Israel


Jumlah korban : 6 pesawat hilang dan 2 pilot tewas (Mesir), 17 pesawat diklaim ditembak jatuh (Israel)

Pertempuran El Mansoura dicatat sejarah sebagai salah satu pertempuran udara terbesar. Sebanyak 60 Jet tempur MiG-21 Udara Mesir harus menghadapi sekitar 160 jet tempur A4 Skyhawk dan F-4 Phantom milik Israel pada 14 Oktober 1973.

Dalam perang Yom Kippur, Israel berniat menghancurkan pangkalan udara Wing Tempur 104 AU Mesir di Tanta and Mansoura. Jet tempur Wing 104 ini digunakan Mesir untuk memberikan bantuan udara bagi pasukan daratnya yang menyerang Israel. (Baca juga: Serial TV Mesir Cerita Tamatnya Israel Bikin Rezim Zionis Marah)

Dalam pertempuran itu, Mesir mengklaim menembak jatuh 15 pesawat Israel sementara 2 lagi jatuh karena kehabisan bahan bakar. Total 17 pesawat Israel hancur dalam serangan gagal ke Mansoura.Sementara 3 pesawat MiG Mesir ditembak dan 3 pesawat lainnya jatuh karena kehabisan bahan bakar. Dua pilot meninggal dunia.

6. Pertempuran Laut Filipina



Pihak yang terlibat : AS Vs Jepang

Jumlah korban : 109 tewas, 123 pesawat hancur, 1 kapal perang rusak (AS), 2.987 tewas, 3 armada kapal induk tenggelam, 550–645 pesawat hancur (Jepang)

Upaya Armada Jepang untuk mempertahankan Kepulauan Mariana pada tahun 1944 menjadi hal yang sangat sulit. Jika menyerah, maka Amerika Serikat (AS) akan memiliki basis penting untuk bisa menyerang Jepang dan menduduki Filiphina. Sehingga bertarung mati-matian adalah satu-satunya pilihan.

Ketika AS dalam perjalanan ke Saipan, Jepang mulai menyerang mereka. Sebanyak 430 pesawat Jepang terlihat oleh operator radar angkatan laut dan pesawat AS segera diluncurkan untuk memperebutkan Pasifik. Secara menakjubkan Amerika hanya kehilangan 29 pesawat dalam pertempuran ini dan menembak jatuh jatuh 365 pesawawt serta menenggelamkan dua kapal induk Jepang yang membawa 115 pesawat di dalamnya. (Lihat grafis: Cina Ubah Drone CH-5 Jadi Tandem Harbin BZK-005 untuk Misi Maritim)

7. Pertempuran Lembah Beqaa



Pihak yang terlibat : Israel Vs Suriah


Jumlah korban : 2 pesawat F-15 rusak, 1 UAV ditembak jatuh (Israel), 82–86 pesawat ditembak jatuh, 29 baterai SAM hancur (Suriah)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!