Serial TV Mesir Cerita Tamatnya Israel Bikin Rezim Zionis Marah
Kamis, 30 April 2020 - 00:24 WIB
loading...
Serial The End yang ditayangkan stasiun televisi ON di Mesir menceritakan tamatnya negara Israel. Foto/Middle East Eye
A
A
A
TEL AVIV - Serial televisi Mesir yang menggambarkan masa depan di mana Israel dihancurkan oleh negara-negara Arab telah membuat rezim Zionis marah. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan tayangan televisi itu tidak dapat diterima.
Episode pertama dari drama Ramadhan berjudul "The End" menampilkan adegan anak-anak di ruang kelas pada tahun 2120 belajar tentang "perang untuk membebaskan Yerusalem".
"Amerika adalah pendukung utama negara Zionis," kata seorang guru dalam serial televisi tersebut, dengan peta holografik Amerika Serikat (AS) muncul di depan kelas. "Ketika tiba saatnya bagi negara-negara Arab untuk menyingkirkan musuh bebuyutan mereka, perang pecah yang dinamai perang untuk membebaskan Yerusalem," lanjut guru tersebut.
Guru dalam serial televisi itu menambahkan; "Perang berakhir dengan cepat dan menyebabkan kehancuran Negara Zionis Israel kurang dari 100 tahun setelah didirikan."
"Sebagian besar orang Yahudi di Israel melarikan diri dan kembali ke negara asal mereka di Eropa," imbuh penjelasan si guru itu.
Episode pertama dari drama Ramadhan berjudul "The End" menampilkan adegan anak-anak di ruang kelas pada tahun 2120 belajar tentang "perang untuk membebaskan Yerusalem".
"Amerika adalah pendukung utama negara Zionis," kata seorang guru dalam serial televisi tersebut, dengan peta holografik Amerika Serikat (AS) muncul di depan kelas. "Ketika tiba saatnya bagi negara-negara Arab untuk menyingkirkan musuh bebuyutan mereka, perang pecah yang dinamai perang untuk membebaskan Yerusalem," lanjut guru tersebut.
Guru dalam serial televisi itu menambahkan; "Perang berakhir dengan cepat dan menyebabkan kehancuran Negara Zionis Israel kurang dari 100 tahun setelah didirikan."
"Sebagian besar orang Yahudi di Israel melarikan diri dan kembali ke negara asal mereka di Eropa," imbuh penjelasan si guru itu.
Lihat Juga :